Dua Kadis Pertanian Diperiksa Kejati Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung
Segan Simanjuntak
Rabu | 20/01/2021 17.33 WIB
Dua Kadis Pertanian Diperiksa Kejati Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung
Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan. FOTO: DOK RILISLAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Tim penyidik Kejati Lampung secara maraton memeriksa sejumlah saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan benih jagung tahun anggaran 2017 senilai Rp140 miliar.

Pemeriksaan saksi dilakukan penyidik sejak 20 Oktober 2020 lalu hingga hari ini, Rabu (20/1/2021). Baca: Kejati Periksa Kadisbun-Kabid DTPH Lampung Terkait Dugaan Korupsi Benih Jagung

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengungkapkan, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus jagung.

Keduanya adalah Kepala Dinas atau Kadis Pertanian Lampung Utara Sofyan dan Kadis Pertanian Lampung Timur David Ariswandy.

"Kadis Pertanian Lamtim (Lampung Timur) dan Kadis Pertanian Lampung Utara diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan benih jagung," kata Andrie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/1/2021).

Selain kedua nama di atas, tim penyidik Kejati juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kadis Pertanian Bandarlampung Agustini.

"Untuk saksi yang belum hadir ada satu orang saksi yaitu Kadis Pertanian Kota Bandarlampung," lanjut Andrie.

Penyidik juga telah memeriksa dua saksi pada Selasa (19/1/2021) lalu. Keduanya adalah penyedia barang dan pihak UPTD.

Sayangnya, Andrie menolak membeberkan identitas kedua saksi tersebut. Baca: Kejati Periksa Anggota Pokja Pemprov Lampung Terkait Kasus Pengadaan Benih Jagung

"Untuk detailnya belum bisa kami berikan infonya ya, karena masih penyidikan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Rabu (19/1/2021).

Andrie menambahkan, penyidik sampai saat ini masih menunggu hasil audit untuk mengetahui jumlah kerugian negara.

" Nilainya (anggaran proyek) total lebih kurang Rp140 miliar, terpisah beberapa kontrak untuk kerugian negaranya masih menunggu hasil audit," pungkasnya.

Pada 20 Oktober lalu, Kejati telah memeriksa Kepala Dinas Perkebunan Lampung Edi Yanto sebagai saksi. Edi merupakan kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung periode tahun 2017.

Sehari berikutnya, giliran Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPH Lampung Herlin Retnowati dan seorang staf bernama Bartolomeus H. Sinuhaji turut diperiksa.

Diketahui, kasus ini bermula dari penyelidikan Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan dan Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) bentukan Kejagung RI pada tahun lalu.

Dari hasil penyelidikan, kasus tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan karena ditemukan kerugian negara yang diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Dalam pengadaan bantuan benih jagung, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk seluruh daerah di Indonesia. Termasuk Lampung. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID