Dua Kasus Covid-19 di Waykanan, Satu Orang Meninggal
Yulianto
Sabtu | 24/10/2020 19.37 WIB
Dua Kasus Covid-19 di Waykanan, Satu Orang Meninggal
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Waykanan – Lebih dari satu bulan menyandang nol kasus, penularan Covid-19 akhirnya terjadi di Kabupaten Waykanan. 

Bukan cuma satu, tapi sekaligus dua kasus. Satu di antaranya meninggal dunia. 

Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Waykanan, Anang Risgiyanto, menginformasikan hal ini, Sabtu) 24/10/2020).

Pasien pertama berinisial TR, perempuan 47 tahun asal Kasui, Waykanan. Ia selanjutnya disebut P21 (pasien nomor 21).

Menurut Anang, TR tidak ada riwayat perjalanan ke luar Waykanan. Namun, ia sempat dikunjungi kerabatnya dari Jatimulyo, Lampung Selatan, pada 3 Oktober 2020.

TR mulai merasa badannya panas, mual, disertai batuk kering pada Senin (5/10/2020). Setelah berobatke dokter, ia dirawat di rumah. 

Dua hari kemudian, TR datang ke RS Haji Kamino (RSHK) untuk pemeriksaan laboratorium dan rapid test secara mandiri. Hasilnya, nonreaktif dan didiagnosa medis Thyphoid Fever. 

Jumat (9/10/202), kondisi TR tak kunjung membaik. Ia lalu diinfus dan diberikan obat. 

Namun lantaran tidak sembuh juga, ia dibawa ke RSHK Baradatu untuk perawatan.

Pada 14 Oktober, keluarga pasien meminta TR dirujuk ke Rumah Sakit Bumi Waras, Bandarlampung. TR sempat menginap di rumahnya di daerah Kemiling. 

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di UGD dan diduga mengarah ke gejala Covid-19. TR lalu diarahkan untuk ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM).

TR kemudian menjalani tes swab pertama di ruang iolasi Covid-19 RSUDAM dilanjutkan yang kedua pada 15 Oktober 2020.

Lalu, pada 16 Oktober, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengumumkan hasil pemeriksaan swab TR dengan hasil konfirmasi positif Covid-19.

Pada 21 Oktober, kasus terkonfirmasi  corona bertambah satu lagi. Pasien tersebut yakni WT (56), warga Kecamatan Gununglabuhan. 

WT datang dari Lampung Barat pada Agustus 2020 ke Kampung Negeri Mulya di rumah anaknya. 

Ia memang punya penyakit bawaan, sudah 1,5 tahun mengeluh sakit dada, nyeri ulu hati, dan sesak nafas.

WT dirawat di RSUDAM dan diketahui juga menderita hipertensi, gagal ginjal dan jantung. 

Selama dirawat kondisi WT terus menurun hingga Jumat (23/10/2020), pukul 16.45 WIB perempuan ini meninggal dunia. 

“Pasien dimakamkan dengan protokol Covid-19 di pemakaman umum Gununglabuhan, Waykanan,” pungkas Anang. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID