Dugaan Pemotongan Dana Kube Dilaporkan ke Polres Mesuji - RILIS.ID
Dugaan Pemotongan Dana Kube Dilaporkan ke Polres Mesuji
Juan Situmeang
Rabu | 01/07/2020 21.48 WIB
Dugaan Pemotongan Dana Kube Dilaporkan ke Polres Mesuji
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Mesuji – Sebanyak 70 Kelompok Usaha Bersama (Kube) binaan Dinas Sosial Mesuji sedang bermasalah. Penyebabnya karena ada dugaan pemotongan dana dengan besaran bervariasi.

Salah satu Kube yang sudah melaporkan kejadian pemotongan dana ke Polres setempat adalah Kube Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpangpematang.

Ketua Kelompok Kube Mulya Agung, Mulyati, melaporkan pemotongan dana bantuan pusat melalui Dinas Sosial itu pada Februari 2020 silam. Namun, kasusnya mandek.

Didampingi Kepala Desa Mulya Agung Sony Imawan, Mulyati mengaku telah melaporkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Simpangpematang bernama Misran.

“Ya, karena saya didesak teman-teman kelompok menanyakan uang itu mana. Tapi, dari Misran tidak diberikan dengan berbagai alasan,” ujarnya ditemui di Balai Desa Mulya Agung, Rabu (1/7/2020).

Menurut Mulyati, pemotongan dana Kube yang bergerak di bidang E-Warung diminta oleh Misran untuk ke bank mengambil mengambil uang Kube Rp20 juta per kelompok. Lalu, ia menarik uang sebesar Rp13 juta.

“Dari uang itu diambil Rp3 juta, alasan untuk administrasi dan membuat proposal,” bebernya.

Setelah beberapa hari, oknum TKSK Simpangpematang bernama Misran kembali datang dan meminta ATM kelompok yang dipegang bendaharanya.

“Alasannya dipinjam untuk proposal membuat taman makam pahlawan di Mesuji. Jadi perlu rekening. Jadi saya sepakat dengan bendahara memberikan ATM dan pin-nya ke Misran. Isi ATM masih ada uang Rp10 juta,” ungkapnya.

Setelah berminggu-minggu tidak ada kejelasan, Mulyati kemudian didesak oleh rekan-rekannya.

“Karena dikira saya mengambil uang itu. Jadi saya tanya lagi ke Misran, tapi tidak jelas. Hanya bilang nanti-nanti, sementera saya tidak enak dengan teman-teman kelompok. Jadi, saya lapor ke pak Kades. Oleh pak Kades didampingi lapor ke Polres Mesuji,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) Mulya Agung Sony Imawan membenarkan jika ia mendampingi warganya lapor ke Polres terkait pemotongan itu.

“Saya memang yang mendampingi langsung supaya masalah ini jelas. Jangan ada lagi pemotongan atau kondisi seperti ini terjadi di Mesuji, biar kita yang mengawali. Saya yakin desa lain yang mendapat program kube ini mengalami nasib sama,” ujarnya.

Sony mengungkapkan program serupa pada tahun 2017, Kube kolam dan bibit ikan total nilai Rp220 juta di desanya mengalami hal yang sama.

“Warga kami dibuatkan kelompok, lalu dibuatkan rekening untuk kucuran dana pusat. Waktu cair, oleh Misran, semua kelompok dikumpulkan dan dananya diambil lagi,” ujarnya.

Dan warga yang membuat 30 Kube hanya dijanjikan akan menerima kolam, bibit ikan, pakan dan pasokan air untuk mengisi kolam.

“Saya pikir dulu ini bukan progam kube tapi sumbangan pribadi kepala daerah waktu itu, saya support waktu itu. Minta cari bantuan air bersih ke perusahaan-perusahaan, ternyata ini program kube. Duit itu dikelola sendiri oleh oknum TKSK, diambil dan dibelanjakan sendiri. Warga cuma dibodohi,” katanya.

Untuk kali ini, kata Sony, tidak boleh lagi terjadi ada oknum yang merusak program pemerintah untuk membantu masyarakat seperti ini.

Pihaknya melaporkan oknum TKSK ke kepolisian.

“Tapi sampai sekarang, empat bulan, belum ada kejelasan. Oknumnya masih bebas berkeliaran dan kesannya dilindungi,” ucapnya.

Mulyati dan Sony pun mengaku didatangi mantan Kepala Dinas Sosial Mesuji, Suhaimi dan oknum TKSK tersebut pada dua hari lalu.

“Ya, habis magrib, saya didatangi pak Suhaimi (mantan kadis sosial) dan Misran (TKSK simpangpematang). Mereka membawa uang Rp13 juta dan memaksa saya menerimanya. Saya tidak mau menerimanya. Karena persoalan ini sudah di aparat penegak hukum di Polres Mesuji. Kalau mau kembalikan, ke Polres saja sekalian sebagai barang bukti,” tegas Mulyati.

Namun, dua orang tersebut semakin berkeras bahkan sambil mengancam akan melaporkan balik jika tida mau menerima uang tersebut.

“Saya diancam, ditakut-takuti jika tidak mau menerima uang itu, malah saya mau dilaporkan ke polisi. Saya tetap tidak mau. Langsung saya lapor ke pak Kades,” ujarnya.

Sony membenarkan jika ada mantan kepala Dinas Sosial Mesuji, Suhaimi yang mendatangi warga dan dirinya untuk memberikan uang Rp13 juta.

“Saya juga bilang tidak bisa menerimanya. Kalau mau serahkan ya serahkan saja ke polres. Karena sudah dilaporkan secara resmi,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Mesuji Iptu Riki Novriansah membenarkan adanya laporan terkait pemotongan dana Kube oleh oknum TKSK Simpangpematang.

Pihaknya sudah memanggil ketiga belah pihak untuk berdamai, yakni Dinas Sosial Mesuji, petugas TKSK, kepala desa dan ketua Kube.

“Saya sudah tawarkan solusi agar damai. Dana dikembalikan. Sudah selesai,” tutupnya.

Sementara mantan Kadis Sosial Mesuji Suhaimi mengaku sedang dalam perjalanan.

“Saya lagi di jalan. Sama keluarga, nanti malam ya. Saya jelaskan,” katanya.

Sedangkan petugas TKSK Simpangpematang Misran belum membalas pesan WhatsApp wartawan media ini. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID