Dugaan Pungli PTSL di Tuba, Warga Setor Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta

Minggu | 25/11/2018 16.37 WIB
Dugaan Pungli PTSL di Tuba, Warga Setor Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Tulangbawang – Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya untuk memudahkan warga mengurus sertifikat tanah, justru menjadi lahan pungutan liar (pungli) bagi segelintir oknum aparatur kampung di Kabupaten Tulangbawang.

Panitia pelaksana PTSL di sejumlah kampung di Kecamatan Banjaragung Kabupaten Tulangbawang (Tuba) diduga menarik dana dari masyarakat melebihi biaya resmi. Mulai Rp500 ribu sampai Rp1 juta untuk satu buku.

Masyarakat pun mengikuti besaran biaya yang ditentukan oleh panitia kampung atas kesepakatan bersama di balai kampung.

Pram (38), warga setempat mengatakan sedikitnya ada delapan kampung yang mengusulkan program PTSL. Beberapa warga yang ikut PTSL mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp750 ribu.

“Sudah ada orang-orang yang mengaku telah setor ke panitia kampung. Di Kampung Warga Makmur Jaya ditarik Rp750 ribu. Moris Jaya Rp850  ribu, Tritunggal Jaya Rp 1juta, dan Banjaragung Rp500 ribu," katanya, Minggu (25/11/2018).

Padahal menurut Kasubag Tata Usaha BPN Tuba Herwandi, biaya pembuatan sertifikat secara PTSL atau prona tidak mahal. Warga cukup mengeluarkan kocek Rp150 ribu sampai Rp200 ribu untuk biaya pengukuran. Tidak ada biaya lain-lainnya.

“Biayanya murah. Secara resmi tidak ada biaya ini dan biaya itu. Tapi sudah menjadi tradisi. Bila ada besaran biaya yang melebihi dari biaya resmi  itu adalah ucapan terima kasih warga kepada panitia kampung," ujarnya.

Herwandi merincikan BPN Tuba sudah memeroses sebanyak 23.750 PTSL. Termasuk untuk Mesuji 1.8250 dan Tulangbawang Barat 5.500 sertifikat.

Sayangnya, Camat Banjaragung Sudirman belum menanggapi persoalan pungli PTSL saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya, Minggu (25/11/2018) sekira pukul 14.05 WIB. Padahal pesan singkat wartawan media ini sudah centang dua berwarna biru. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID