Dulu Plasma, Sekarang Petambak Mandiri, Apa Bedanya? - RILIS.ID
Dulu Plasma, Sekarang Petambak Mandiri, Apa Bedanya?
Gueade
Kamis | 29/03/2018 10.21 WIB
Dulu Plasma, Sekarang Petambak Mandiri, Apa Bedanya?
Manager Corp Communication PT CP Prima Adi Mandala (kiri) saat Rilis Corner di kantor Rilislampung.id, Rabu (28/3/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Segan Simanjuntak

RILIS.ID, Bandarlampung – PT Central Proteina (CP) Prima melalui anak perusahaannya PT Central Pertiwi Bahari (CPB) terus berbenah. Belajar dari konflik dengan petambak di masa lalu, mereka kini mengubah pendekatannya.

”Tidak ada lagi istilah plasma. Sekarang dipergunakan penyebutan petambak mandiri,” jelas Manager Corp Communication PT CP Prima, Adi Mandala dalam acara Rilis Corner di kantor Rilislampung.id, Rabu (28/3/2018) sore.

Menurut Adi yang didampingi staf Corp Communication Zukri Fahmi, ketika perusahaan menggunakan sistem vertical integrated, perusahaan dalam hal ini PT CPB menjadi inti. Sedangkan, petambak adalah plasmanya.

Dengan konsep dimaksud, perusahaan bertanggungjawab penuh terhadap apapun hasil petambak. Jadi semisal petambak ingin meminjam modal ke bank, perusahaan bertindak sebagai penjamin.

”Termasuk ketika ada kegagalan budidaya dan petambak tidak bisa membayar utang, PT CPB harus bayar ke bank. Dengan pola seperti itu ternyata tidak berhasil. Petambak rugi, kami rugi,” papar Adi.

Untuk itulah, pola kerjasama antara perusahaan dengan petambak sekarang berubah. Perusahaan menganggap sudah saatnya petambak untuk mandiri. Namun, tetap ada pendampingan dari perusahaan. ”Konsepnya lebih free market. Sekarang lebih cengli-lah,” ujar Adi.

Konsep petambak mandiri ini menuntut petambak berfikir keras agar usaha budidaya udangnya tidak rugi. Sementara perusahaan melakukan pendampingan tiap hari untuk memastikan petambak sudah di jalur yang benar.

”Perusahaan sekarang, PT CPB, lebih seperti konsultan. Terus mendampingi, memberikan solusi jika petambak ada kendala teknis di lapangan, sehingga tingkat keberhasilan usaha budidaya udang ini lebih besar,” paparnya. (*)


Tags
#cpb
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID