Fokuskan Kebutuhan Pokok!
Wirahadikusumah
Selasa | 24/03/2020 11.33 WIB
Fokuskan Kebutuhan Pokok!
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Mewabahnya Corona di dunia termasuk Indonesia menghantam perekonomian di negara ini. Tidak terkecuali di Lampung.

Mulai dari tempat pariwisata dan pusat perbelanjaan yang sepi. Juga anjloknya tingkat okupansi hotel dan restoran di Provinsi Lampung.

Kendati begitu, pengamat ekonomi asal Universitas Lampung Ayi Ahadiyat mengingatkan Pemprov dan Pemkab se- Lampung untuk tidak terlalu memikirkan persoalan itu dulu. 

Menurut dia, saat ini yang harus fokus dipikirkan pemerintah daerah adalah kebutuhan pokok masyarakat. Seperti pangan, bahan bakar, energi, dan komunikasi.

”Jadi, saran saya dalam kondisi saat ini, pemerintah daerah se-Lampung fokus dulu ke kebutuha basic!” ujarnya kepada Rilis Lampung melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020) malam.

Dia mengatakan, dalam kondisi saat ini, pemerintah harus lebih hadir di masyarakat dalam mengatasi kekurangan bahan pokok. Sistem distribusi harus dipikirkan betul, agar tidak terjadi chaos.

”Saya bukannya mengimbau industri pariwisata, hotel, dan restoran, tidak usah dipikirkan. Itu nanti. Di masa recovery baru kita pikirkan. Saat ini fokus dulu ke kebutuhan pokok masyarakat tadi itu,” katanya.

Sebab, saat ini, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk work from home (kerja dari rumah), sehingga ketersediaan pangan harus tetap terjaga.

Dia melanjutkan, saat ini Pemprov Lampung harus bisa mengkoordinasi seluruh kekuatan daerah di provinsi ini. Dengan melakukan kebijakan ekonomi makro regional atau semi tertutup sehingga kebutuhan Lampung dapat diatasi dari wilayah Lampung.

”Harus hadir juga leadership pemprov. Dalam menjaga soliditas pemda di Lampung. Tujuannya untuk mengkoordinir kabupaten dan kota. Jika ada satu kabupaten kekurangan pangan apa, kabupaten lain harus menyuplai. Begitupun sebaliknya. Intinya, saat ini pemda se-Lampung harus solid!” ingatnya.

Dia juga mengingatkan, agar di tengah nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap dolar saat ini, untuk tidak membeli dahulu komponen impor.

”Sedapat mungkin stop! Lakukan lockdown terhadap barang impor, demi ketahanan ekonomi kita,” imbaunya lagi.

Apa pun itu, lanjut dia, sebisa mungkin harus terpenuhi dari barang-barang dalam negeri.

”Saat ini adalah periode perenungan. Tentang pentingnya kemandirian bangsa ini. Yakni harus kuatnya ekonomi domestik kita. Saya yakin, kejadian seperti ini tidak sekali ini saja terjadi. Ke depan, bisa saja kejadian ini terulang kembali. Karena itu, ekonomi kita harus kuat. Mandiri!” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam kondisi bangsa saat ini, yang diperlukan adalah soliditas antar sesama. Rasa nasionalisme juga harus muncul.

”Jika ada kenaiakan harga, bisa kita tekan dengan sistem distribusi antar daerah. Agar tidak terjadi kekurangan stok. Makanya, pemerintah harus hadir, supaya tidak ada pihak yang mengambil keuntungan. Semoga kita bisa menghadapi ini bersama,” pungkasnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID