Forum Rektor Indonesia Teken MoU dengan Kemendagri-Kemensos Terkait Dukungan Data Presisi
lampung@rilis.id
Senin | 29/03/2021 15.39 WIB
Forum Rektor Indonesia Teken MoU dengan Kemendagri-Kemensos Terkait Dukungan Data Presisi
FOTO: ISTIMEWA

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Forum Rektor Indonesia (FRI), Senin (29/3/2021).

Penandatanganan dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian Mensos Tri Rismaharini, dan Ketua FRI Arif Satria. Turut hadir Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia HM Nasrullah Yusuf dan sejumlah pengurus.

Kerja sama tersebut berkaitan dengan dukungan data dan informasi yang presisi menyangkut tata kelola pemerintah desa atau kelurahan.

Ketua FRI Arif Satria mengatakan data desa presisi merupakan salah satu inovasi yang sudah berkembang di masyarakat dan akan terus ditingkatkan keakuratannya.

Hal ini, kata Arif, bertujuan untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan dan proses pembangunan desa berjalan dengan baik.

"Data yang saat ini ada harus terus kita sempurnakan dengan berbagai metodologi yang terus kita sempurnakan," kata Arif dalam keterangannya, Senin (29/3).

Saat ini, lanjut dia, data desa presisi sudah dimanfaatkan oleh 16 kabupaten di Indonesia dan bakal terus berkembang di berbagai daerah.

"Upaya ini akan terus dilakukan dengan bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemensos," ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian menambahkan keberadaan data desa yang presisi akan memberi manfaat untuk pembangunan desa.

Apalagi menurutnya, desa merupakan sistem administasi pemerintahan terkecil di Indonesia. Selain itu juga pemerintah telah mengucurkan dana desa setiap tahunnya.

"Kalau kita melihat keseriusan untuk pengelolaan desa ini, di masa pemerintahan Presiden Jokowi itu, menurut saya sangat luar biasa," ujar Tito dalam siaran pers Puspen Kemendagri.

Tito menjelaskan kerja sama dengan FRI dan Kemensos merupakan bentuk kolaborasi antara pembuat kebijakan dengan dunia akademik.

"Yang terbaik adalah kita membuat kebijakan bagi para pengambil kebijakan, baik pusat maupun daerah disertai dengan platform teori dan data yang kuat secara ilmiah," tuturnya.

Sementara itu, Mensos Tri Rismaharini mengaparesiasi ide untuk membuat data presisi di seluruh desa. Data ini akan memudahkan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

"Bagi kami data ini sangat penting untuk mengevaluasi. Tidak (berdasarkan) katanya siapa, tetapi bahwa secara fisik kami bisa mengetahui dengan pasti," ucapnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID