FSMM Ajak Kawula Muda Kawal Pilkada Lamteng
lampung@rilis.id
Jumat | 28/08/2020 18.23 WIB
FSMM Ajak Kawula Muda Kawal Pilkada Lamteng
Ketua FSMM Lamteng Rosim Nyerupa. FOTO: IST

RILIS.ID, Lampung Tengah – Ketua Forum Silaturahmi Mulai Mekhanai (FSMM) Lampung Tengah Rosim Nyerupa mengajak kawula muda untuk mengawal pelaksanaan pilkada serentak di kabupaten tersebut.

Menurutnya, Lampung Tengah (Lamteng) harus dipimpin oleh kepala daerah yang mampu hadir di tengah masyarakat dengan berbagai program pembangunan, baik insfrastruktur dan suprastruktur yang merata.

“Lampung Tengah merupakan daerah terluas dengan jumlah penduduk terbanyak di Lampung. Semakin luas dan semakin banyak penduduk, maka semakin banyak juga permasalahan yang dihadapi suatu daerah. Maka dibutuhkan pemimpin yang mampu dengan betul-betul menjawab berbagai problematika tersebut,” kata Rosim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2020).

Pasca OTT KPK beberapa waktu lalu, lanjutnya, sejumlah pimpinan eksekutif dan legislatif di Lamteng secara tidak langsung telah melumpuhkan roda pemerintahan.

“Kita harus keluar dari jeratan masalah yang dihadapi masyarakat di tengah kondisi yang ada dengan jernih berpikir untuk dapat memanfaatkan momentum pemilihan bupati dan wakil bupati ini dengan memilih pemimpin yang memegang teguh komitmen dan tidak mengkhianati rakyatnya, mampu membawa perubahan yang lebih baik. Saya mengajak pemilih pemula dan millenial di Lampung Tengah terlibat dan mengawal pilkada 9 Desember mendatang,” kata ungkapnya.

Sebagai daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup banyak, Rosim menyatakan seharusnya pembangunan di Lamteng semakin bergeliat dibandingkan daerah lainnya.

"Seharusnya dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) dan SDM mumpuni yang dimilikinya, sudah seharusnya menjadi daerah dengan tingkat pendidikan, pariwisata, perekonomian yang maju, karena itu modal utamanya. Tapi apa? Bak kembang yang subur tapi layu di tengah tanah yang tandus," tutur alumnus Fisip Unila itu.

Rosim menilai keterlibatan generasi milineal dalam pilkada sangat penting. Ia pun berharap partisipasi pemilih pemula bisa meningkat dari pemilu 2019.

“KPU, Bawaslu, peserta pemilu serta komponen lainnya dapat menghadirkan berbagai macam langkah agar partisipasi pemilih pemula dalam pilkada bisa meningkat, baik melalui kegiatan sosialisasi di sekolah, pemuda desa, membentuk relawan demokrasi dan lain-lain," sambung aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bandarlampung itu.

Ia mengingatkan penyelenggara pemilu tidak berlindung di balik pandemi Covid-19 jika tingkat partisipasi rendah pada Pilkada 9 Desember mendatang.

“Masalah partisipasi pemilih dalam pilkada di tengah pandemi ini yang jadi point. Bukan fokus pada pandeminya, karena penyelenggaraan sudah pasti sesuai dengan protokol kesehatan dan aturannya jelas, tetapi fokus pada bagaimana KPU selaku penyelenggara dapat memberikan edukasi ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID