Gamolan Institute Mediasi Konflik di Pesisir Barat
lampung@rilis.id
Minggu | 10/06/2018 21.53 WIB
Gamolan Institute Mediasi Konflik di Pesisir Barat
Pertemuan masyarakat adat di Pesisir Barat, baru-baru ini. FOTO: HUMAS GIL

RILIS.ID, Pesisir Barat – Gamolan Institute Lampung (GIL) menginisiasi pertemuan masyarakat adat di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). Kegiatan dikemas dalam sosialisasi bertajuk Peran Serta Masyarakat Adat Dalam Tatanan Kehidupan Sosial Dan Kebijakan Publik di Pekon Pelita Jaya dalam Marga Tenumbang, belum lama ini.

Acara dihadiri langsung oleh Saibatin Marga Tenumbang Merah Gunawan adoq Pengiran Mangku Alam. Juga tokoh adat dan tokoh masyarakat dari beberapa Pekon dalam Marga Tenumbang.

Ketua GIL, Novellia Yulistin Sanggem adoq Pengiran Mustika, menjelaskan penguatan masyarakat adat harus dimulai dari kearifan lokal. Himpun Adat menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat.

”Dari pengalaman kami tentang masalah agraria, konflik di Pesisir Barat ini sebenarnya harus dimulai dari kesadaran masyarakat adatnya sendiri untuk menyelesaikan permasalahannya,” paparnya.

Ia menambahkan peran penting Saibatin sebagai Kepala Marga, sehingga kebijakan publik ditentukan oleh masyarakat adat sendiri dengan memperhatikan kondisi sosial yang terjadi.

”Pada akhirnya local wisdom-lah yang akan mereduksi potensi konflik juga meningkatkan kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat,” tandasnya.

Diandra Natakembahang adoq Batin Budaya Marga dari GIL mengemukakan pentingnya merevitalisasi Himpun Adat dalam menjawab segala permasalahan pada tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Himpun Adat dilaksanakan berjenjang mulai dari Himpun Muakhian, Himpun Bahmekonan, dan Himpun Marga, bergantung dari jenis dan tingkatan masalah yang dihadapi.

”Masyarakat Adat yang menentukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi dan menjadi resolusi bagi kebijakan publik dari pemerintah. Bukan sebaliknya, kebijakan publik yang tanpa memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat,” tutupnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID