Hanyut, Satu Santri Ponpes Lampura Tewas, Satu Hilang

Sabtu | 21/04/2018 15.46 WIB
Hanyut, Satu Santri Ponpes Lampura Tewas, Satu Hilang
Tim gabungan membawa kantong jenazah Aris yang meninggal dunia hanyut di Way Abung, Lampung Utara, Sabtu (21/4/2018). FOTO: HUMAS BASARNAS LAMPUNG

RILIS.ID, Lampung Utara – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Khoir, Aris Rismawan (17) bin Waluyo, ditemukan tewas pukul 10.50 WIB Sabtu (21/4/2018).

Ia jatuh ke Sungai (Way) Abung di Jl. Paseban, Desa Muarajaya, Kotabumi Utara, Lampung Utara, pukul 17.20 WIB Jumat (20/4/2018). Sementara rekannya, Tafsiri Anam (15), juga santri ponpes itu masih hilang.

”Mayat korban Aris kita temukan 500 meter dari lokasi kejadian,” papar Humas Basarnas (Badan SAR/Search and Rescue Nasional), Deni Kurniawan.

Deni menjelaskan, timnya mendapat laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara sekitar pukul 20.40 WIB, Jumat. Ada dua santri terjatuh di Sungai Wayabung.

”Kronologi yang kita dapatkan dua santri ini sedang mencari bambu dan terjatuh di Wayabung,” kata Deni. Tafsiri adalah warga Ogan Lima, Abung Barat. Sementara, Aris Rismawan warga Surakarta, Abung Surakarta.

Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan delapan personel tim Basarnas Lampung melakukan pencarian Sabtu (21/4/2018) pukul 00.16 WIB.

”Tim melakukan briefing dan koordinasi untuk menyisir aliran sungai dari hilir melalui darat. Juga menggunakan rubberboat hingga radius 1,5 kilometer dari lokasi pertama. Tim rubberboat dari BPBD Lampura. Termasuk alat selam,” jelasnya. (*)
 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID