Harga Ayam Anjlok, Peternak Menjerit - RILIS.ID
Harga Ayam Anjlok, Peternak Menjerit
lampung@rilis.id
Senin | 20/07/2020 12.39 WIB
Harga Ayam Anjlok, Peternak Menjerit
Direktur PT N3M Rio Gunawan/FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Peternak di Provinsi Lampung menjerit. Penyebabnya saat ini harga ayam sedang anjlok. Dari biasanya Rp18 ribu per kilogram menjadi Rp12 ribu per kilogram. Padahal, saat ini sedang musim panen.

Joni, salah satu peternak di Kampung Rumbih, Pakuonratu, Waykanan, adalah salah satu peternak ayam yang mengeluhkan kondisi tersebut.

"Boro-boro mau untung, modal saja tidak kembali," keluhnya dalam press release yang diterima Rilislampung.id, Senin (20/7/2020).

Padahal, kata dia, dirinya bersama peternak lain yang ada di Waykanan sempat optimistis pasca penerapan new normal harga akan membaik dan stabil. Namun ternyata tidak sesuai harapan.

Karenanya, ia berharap PT N3M atau PT Berdikari yang merupakan perusahaan kemitraan dengan peternak dapat mencarikan solusi bagi mereka.

"Kami saat ini sudah sangat mudah mendapatkan DOC, pakan maupun OVK, harapan kami ke depan harga panen segera membaik," harap dia.

Senada disampaikan Iwan, salah satu peternak di Way Tebabeng, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara. Ia juga tak menduga jika harga ayam akan anjlok.

"Saya kira harga ayam broiler dapat lebih baik. Tak tahunya kami sangat rugi karena modal saja tidak kembali. Kami minta pemerintah ataupun perusahaan di bidang peternakan dapat membantu peternak yang mulai putus asa ini," ungkapnya.

Sementara, Direktur PT N3M Rio Gunawan yang merupakan perwakilan PT Berdikari di Provinsi Lampung langsung merespons keluhan yang disampaikan peternak ke PT Berdikari.

"Kami sudah mendengar aspirasi dan keluhan yang disampaikan peternak. Kami akan berupaya sekuat tenaga membantu," janji Rio.

Menurut dia, nantinya ketika sudah ada harga acuan pemerintah, tidak boleh lagi ayam broiler yang di bawah harga acuan yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu, PT Berdikari melalui PT N3M akan menggagas sekaligus mengusulkan kepada Pemprov Lampung agar dapat menjaga kestabilan harga ayam broiler di Lampung.

Rio menjelaskan, usulan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang stabilitas harga ayam broiler merupakan kewenangan Pemprov Lampung.

"Kami berharap harga ayam broiler di Lampung stabil. Kasihan peternak jika mereka panen, harga harus jatuh," kata Rio kepada wartawan, Minggu, (19/7/2020).

Langkah awal yang dilakukan dalam mewujudkan Perda ini, PT N3M akan berkoordinasi dengan HKTI dan DPRD Lampung melalui komisi yang membidangi.

"Kami ingin peraturan daerah ini berpihak kepada masyarakat terutama peternak. Dengan adanya Perda, otomatis akan mengurangi para oknum yang akan memainkan harga. Jadi peternak bisa  bekerja dengan tenang dipayungi Perda," ucapnya.

Rio menambahkan, pihaknya siap menerima masukan dan terbuka dengan pihak-pihak yang  berkaitan dengan dunia peternakan.

'Tak hanya diskusi dengan peternak, kita juga siap berdiskusi dengan Pintar (organisasi atau persatuan peternak) yang ada di Provinsi Lampung," katanya.

Rio juga berharap pemerintah dapat segera mewujudkan Perda ini. Agar dunia peternak di Provinsi Lampung dapat lebih nyaman dalam berusaha dan peternaknya lebih sejahtera.

Ia memaparkan berdasarkan data yang diperoleh dari DOC (Day Of Chick) yang ada lebih sedikit dari permintaan di pasar.

Menurut dia, dalam hukum ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply).  Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

"Jika barang sedikit maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan begitu pula sebaliknya. Tentu kondisi ini menimbulkan kejanggalan apakah memang harga pasar seperti itu atau ada oknum yang memainkan harga sehingga perlu ditertibkan," pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID