Harga Bawang Naik, Harga Cabai Tidak Stabil
lampung@rilis.id
Rabu | 03/02/2021 12.05 WIB
Harga Bawang Naik, Harga Cabai Tidak Stabil
Pedagang Bawang, Bawang Merah, Bawang Putih. Foto: RILIS.ID/Panji Satri

RILIS.ID, – Harga bawang di sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung mengalami kenaikan antara Rp. 2000-3000 perkilogramnya. Salah satunya seperti dikatakan para pedagang di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang Pusat, Bandarlampung, Rabu (3/2/2021).

“Harga bawang merah sebelumnya Rp. 22ribu sekarang naik menjadi Rp. 25ribu perkilogramnya. Harga bawang putih juga naik dari Rp. 20ribu menjadi Rp. 22ribu perkilogram. Kondisi ini sudah terjadi sekitar seminggu,” ungkap Letong, salah satu pedagang.

Menurutnya, kenaikan harga bawang itu disebabkan pada musim penghujan kualitas dan kuantitas bawang menurun serta minat pembeli yang juga menurun.

“Pada musim hujan bawang mudah bau dan busuk. Saya sekarang stok sedikit aja karena pembeli juga sedikit,” pungkas Letong lagi kepada Rilislampung.id sambil merapikan dagangannya.

Sementara itu, pada awal-awal tahun 2021, harga cabai menurut para pedagang masih belum stabil. Harga yang naik turun membuat para pedagang kesulitan mematok harga.

“Harga cabai nggak menentu sekarang, kadang hari ini turun, besok naik lagi. Nggak stabil harganya,” ungkap Fauzi, salah satu pedagang cabai di Pasar Pasir Gintung juga.

Saat ini cabai merah berada diharga Rp. 53 ribu dan cabai rawit Rp. 70 ribu perkilogram. Padahal menurut Fauzi, sebelumnya harga cabai rawit masih standar yakni Rp. 75 ribu perkilogram. Meskipun pernah juga sampai Rp. 100 ribu perkilogram.

“Karena harga naik turun, kami masih kesulitan menjual banyak karena pembeli juga semakin sepi, padahal cabai termasuk salah satu komoditas bumbu dapur utama. Pembeli juga sudah pintar, belinya agak banyak pas harga turun. Biar kalau pas naik, nggak terlalu kerasa belinya” jelasnya Fauzi. (*)

Laporan: Rara

 

 

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID