Herman HN Tawari India Berinvestasi di Bandarlampung

Senin | 10/02/2020 19.49 WIB
Herman HN Tawari India Berinvestasi di Bandarlampung
Wali Kota Bandarlampung, Herman HN menerima Dubes India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat, Senin (10/2/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Satria Aji

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menawarkan sejumlah keunggulan Kota Tapis Berseri kepada para investor. Salah satunya dari Negara India.

"Saya jelaskan bagaimana pemerintah atau swasta India bisa berinvestasi di Bandarlampung. Ya kita permudah perizinan, kita percepat, keamanan pun terjamin," ujar Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, usai menerima Dubes India untuk Indonesia dan Timor Leste, Pradeep Kumar Rawat, Senin (10/2/2020).

Menurutnya, investasi apapun bisa dikembangkan di Lampung, termasuk Bandarlampung. Investasi itu bisa apa saja, misalnya industri, tekstil, dan ban.

“Dipermudah semua perizinan, pokoknya cepat saja melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," ungkapnya.

Herman juga menjelaskan, banyak keuntungan bila investor masuk, salah satunya tentu meningkatkan ekonomi daerah.

"Jika negara-negara lain berinvestasi di daerah ini, itu bisa meningkatkan ekonomi daerah. Terutama pengangguran yang bisa diserap melalui industri-industri ini," terangnya.

Sementara Pradeep Kumar Rawat, menuturkan dirinya baru kali ini berkesempatan singgah ke Bandarlampung. Namun, demikian dirinya melihat banyak potensi di kota ini.

"Lampung ini Gerbang Sumatera, kita melihat banyak potensi di kota ini dan pemandangannya juga indah," ucapnya.

Menurut Pradeep, dirinya akan mencoba menarik para investor India untuk melihat Lampung. "Saya punya gambaran untuk menarik investor India agar melirik kota ini," tuturnya.

Salah satu yang bisa dikerjasamakan juga tambahnya yaitu di bidang kesehatan dan pertukaran pelajar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Kita perlu meningkatkan di berbagai sumber. Seperti sumber daya alam, kesehatan dan juga program beasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM," ujarnya. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID