Hingga 2019, Kawasan Kumuh di Pringsewu Tersisa 24 Ha - RILIS.ID
Hingga 2019, Kawasan Kumuh di Pringsewu Tersisa 24 Ha
Yuda Haryono
Jumat | 07/08/2020 20.31 WIB
Hingga 2019, Kawasan Kumuh di Pringsewu Tersisa 24 Ha
Bupati Pringsewu Sujadi meletakkan batu pertama pembangunan Green House. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Yuda

RILIS.ID, Pringsewu – Rumah Produksi Green House Hidroponik di Pekon (Desa) Jatiagung Kecamatan Ambarawa dan Rumah Produksi Olahan Makanan di Kelurahan Pringsewu Timur, Pringsewu mulai dibangun.

Peletakan batu pertama program “Livelihood Kotaku” Kementerian PUPR ini dilakukan Bupati Pringsewu Sujadi dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung Maria D Isa di Pekon Jatiagung, Jumat (7/8/2020).

Turut menghadiri acara ini, Konsultan Manajemen Pusat Mahmud Hidayat, Kasatker PPP Lampung M Syukron Fikri, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Fajar Immanuel Simanjorang, Koordinator Kotaku M Ridwan, Asisten Ekobang Johndrawadi, dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Romzi.

Sujadi melalui kata sambutannya berharap pembangunan kedua fasilitas tersebut  tidak melanggar aturan yang ada. Semisal, tanah tempat lokasi pembangunan sudah clean and clear.

Sujadi mewanti-wanti dalam pelaksanaannya nanti selalu berpedoman pada prinsip 100-0-100. Yakni 100% benar dalam perencanaan, 0% kesalahan, dan 100% benar dalam laporan pertanggungjawaban.

Maria menambahkan, Kotaku merupakan program yang bertujuan untuk mengurangi luasan kawasan kumuh dan pengangguran.

“Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di seluruh Indonesia dilaksanakan di 313 kabupaten dan kota. Sedangkan di Lampung sendiri di 7 kabupaten dan kota,” paparnya.

Sejak Kotaku digulirkan, kawasan kumuh di Pringsewu hingga 2019 sudah berkurang signifikan. Tersisa 24 hektare dari 119 hektare.

Sementara, Plt Kadis PUPR Pringsewu Imam Santiko mengungkapkan pembangunan Greenhouse Hidroponik di Pekon Jatiagung diberi nama 'Hidro Agung'. Nantinya akan dilengkapi dengan kantor pemasaran dan ruang edukasi.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jalan rabat beton, drainase, tempat parkir, gazebo dan penerangan. Juga didesain sebagai pusat edukasi pertanian hidroponik dan agrowisata di samping wadah pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Sedangkan Rumah Produksi Olahan Makanan yang diberi nama 'Omah Sewu' dibangun di atas lahan milik Pemkab Pringsewu.

Omah Sewu ini dilengkapi infrastruktur pendukung terdiri dari rumah produksi olahan makanan, galeri pemasaran dan ruang terbuka publik. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID