IIB Darmajaya Bagikan Tips dan Trik Dapatkan Beasiswa Kuliah di Prancis
lampung@rilis.id
Jumat | 19/02/2021 14.02 WIB
IIB Darmajaya Bagikan Tips dan Trik Dapatkan Beasiswa Kuliah di Prancis
Foto: Istimewa

Warung Prancis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar webinar Tips dan Trik Mendapatkan Beasiswa di Prancis.

Narasumber webinar adalah Koordinator Kerja Sama Universitas Institut Francais d’Indonesia, Kedutaan Besar Prancis Indonesia dan Timor Leste, Sylvain Lelong dan Penanggung Jawab Campus France Medan, Nur Hidayah.

"Hal yang paling utama untuk studi di Prancis adalah bahasa. Salah satu fokus bidang studi di Prancis adalah bidang hubungan internasional,” ungkap Sylvain Lelong, dalam siaran pers yang diterima Rilislampung.id, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, Prancis dipilih oleh mahasiswa seluruh dunia untuk menimba ilmu karena dukungan akan banyaknya kota yang indah seperti Paris. Kulinernya, lanjut dia, adalah salah satu yang terenak di dunia.

“Prancis sangat bagus dan cantik. Ada juga tempat yang bagus seperti gunung, pantai, dan sebagainya. Mungkin ada yang sudah mencoba makanan di Prancis seperti escargot dan baguette,” kata Sylvain.

Sylvain menjelaskan di Prancis tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

“Pada program Diploma (2 tahun) dan S1 (3 tahun) tidak mengerjakan skripsi, karena tahun terakhir harus magang dan membuat laporan serta mempresentasikan di hadapan dua atau tiga dosen,” tuturnya.

Jenjang S2 ditempuh selama dua tahun dan S3 dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun bergantung mahasiswanya.

“Biaya kehidupan di Prancis sebagai mahasiswa internasional untuk Paris Rp13-16 juta dan di kota lain Rp10-14 juta perbulan,” bebernya.

Ada banyak hal yang dapat membantu Anda di Prancis. Pertama adanya subsidi seperti akomodasinya. Pemerintah Prancis membiayai 40 persen selama kuliah dan asuransi kesehatan dasar gratis.

Sylvain menuturkan terdapat berbagai beasiswa diantaranya France Excellence, Beasiswa Unggulan Eiffel Master, Beasiswa BID, dan MOPGA.

Sementara, Nur Hidayah mengatakan untuk mendapatkan beasiswa dengan melengkapi berkas dan menyiapkannya dengan baik.

“Seperti LoA (surat penerimaan dari institusi), CV dan surat motivasi. Ketiga syarat tersebut menjadikan pertimbangan juri untuk menerimanya selain TOEFL dan lainnya, yang dapat dilatih dan dipelajari dalam kursus,” ungkapnya.

Nur juga menuturkan universitas di Prancis membuka pendaftaran beasiswa periode bulan Mei dan Juni tiap tahun.

“Kehidupan di kota besar di Prancis sangat berbeda dengan kota kecil atau jauh dari keramaian. Biaya hidup juga akan lebih murah dan tenang karena tidak ramai seperti di Paris,” tutupnya. (*)

 

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID