Ini Pesan Dahlan Iskan untuk Wartawan Dalam Menghadapi Revolusi Digital
lampung@rilis.id
Rabu | 14/10/2020 22.24 WIB
Ini Pesan Dahlan Iskan untuk Wartawan Dalam Menghadapi Revolusi Digital
DAHLAN ISKAN/FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, JAKARTA – Saat ini, jurnalistik berkembang sangat pesat. Seiring berkembangnya teknologi dan juga dengan kehadiran platform lain yang semakin banyak. Karenanya, mau tidak mau, wartawan harus tampil kreatif dan inovatif.

Demikian pesan wartawan senior Indonesia yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada 318 peserta Safari Jurnalistik 2020 yang digelar secara daring dari Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Pada kesempatan itu, Dahlan yang juga dikenal sebagai begawan jurnalistik menjadi nara sumber dengan mengangkat topik Model Bisnis Media dan Masa Depan Profesi Wartawan.

Dahlan Iskan melanjutkan, salah satu kunci untuk tetap bertahan adalah dengan mengikuti kemajuan dunia digital, karena menurutnya, hal yang terpenting dalam menghadapi revolusi digital saat ini adalah melakukan yang harus dilakukan, tanpa adanya keraguan atau ketakutan akan kegagalan.

”Keberanian dalam melakukan apa yang harus dilakukan tentunya adalah kunci utama dalam melakukan suatu perubahan demi menghadapi revolusi digital yang kapan saja bisa membuat industri media hancur,” pesannya lagi.

Saat ini, imbuh dia, pelaku industri media massa harus melakukan digitalisasi yang berani, namun tidak melanggar kode etik dan kaidah-kaidah jurnalistik yang sudah ditetapkan.

”Tetapi, hal ini tetap tidak menjamin akan masa depan media, karena sangat sulit untuk diramalkan apalagi saat ini ditengah pandemi yang melanda bangsa kita,” ucapnya.

Sementara, Direktur Safari Jurnalistik PWI Pusat, Ahmed Kurnia Soeria Widjaja mengatakan, Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler PWI Pusat bagi anggotanya dan untuk kali ini pelaksanaannya agak berbeda karena dilakukan dimasa pandemi.

”Safari Jurnalistik ini merupakan program reguler yang difokuskan pada pengenalan perkembangan jurnalistik, baik regulasi maupun teknologi dan ini dilakukan di saat pandemi sehingga kita lakukan secara daring dan untuk tahap perdana ini di ikuti 318 peserta,” ujar Ahmed.

Sedangkan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, kegiatan Safari Jurnalistik perdana 2020 ini merupakan agenda rutin PWI untuk menambah wawasan wartawan mengenai jurnalistik, juga mengenai kode etik serta pers di era konvergensi media.

Dia berpesan, para jurnalis untuk terus menjaga profesionalisme dalam bekerja, apalagi tahun ini diperhadapkan dengan tahun politik ini.

Apa yang didapatkan di kuliah Safari Jurnalistik ini, menurut Atal S Depari, penting untuk menjadi pegangan bagi jurnalis dalam menyajikan berita ke masyarakat yang harus berpijak pada kesadaran, baik hukum, undang-undang pers dan kode etik.

”Jadi tingkatkan juga pengetahuan dan keterampilan, jurnalistik dalam program Sekolah Jurnalistik, hal ini juga menuntut agar wartawan Indonesia lebih profesional, berwawasan dan beretika,” tegas Bang Atal- sapaan akrab Atal S. Depari-.

Sementara, Head of Corporate Communication PT Astra International Boy Kelana Soebroto menyambut baik kerja sama dengan Sekolah Jurnalis PWI.

”PWI merupakan pemangku kepentingan yang strategis bagi PT Astra Internasional. Dukungan kami ini merupakan bentuk komitmen PT Astra Internasional untuk ikut meningkatkan wawasan dan profesionalisme wartawan Indonesia,” ujarnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID