Jaga Kebersihan Kota, Pemkot Operasikan Motor Roda Tiga

Kamis | 08/08/2019 23.47 WIB
Jaga Kebersihan Kota, Pemkot Operasikan Motor Roda Tiga
Kepala DLH Sahriwansyah menunjukkan motor roda tiga yang akan digunakan untuk membersihkan sampah di Bandarlampung, Kamis (8/8/2019).FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung akan mengoperasikan 10 unit motor roda tiga untuk ikut membersihkan ruas jalan protokol di kota ini. Rencananya program ini akan dilakukan pada pekan depan.

Sepuluh unit motor roda tiga tersebut diproyeksikan untuk menopang mobil dumtruk milik DLH yang jumlahnya saat ini relatif masih belum memadai.

”Saat ini kita tengah mempersiapkan teknis lapangan dan operator motor roda tiganya. Kita proyeksikan 10 motor tersebut akan turut membersihkan ruas jalan protokol,” kata Kepala DLH Syahriwansyah di ruang kerjanya, Kamis (8/8/2019).

Dia menjelaskan, volume sampah di Kota Tapis Berseri cukup besar tiap harinya hingga mencapai 800 ton per hari. Atas dasar tersebut, Syahriwansah mengaku terus mengoptimalkan tugas pengangkutan sampah di Bandarlampung.

Yakni jadwal angkut sampah mulai dari pukul 05.00-09.00 WIB dan gelombang kedua dari pukul 13.00-04.00 WIB, dengan personel siaga 400 orang.

”Kita imbau masyarakat untuk membuang sampah mengikut jadwal angkut sampah yang telah kita jadwalkan untuk menghindari penumpukan sampah,” tuturnya.

Selain mengoptimalkan kegiatan pengangkutan sampah, mantan Kabag Pemerintahan Kota Bandarlampung tersebut juga terus mengupayakan penambahan armada hingga batas ideal sesuai kondisi pertumbuhan sampah saat ini.    

”Sampai saat ini armada sampah aktif kita sekitar 81 armada, dan masih kurang sekitar 20 armada dumtruk. Rencananya tahun 2020 akan kembali kita usulkan di APBD,” jelasnya.

Disinggung mengenai penambahan armada sampah kembali di tahun 2020, Sahriwansyah mengungkapkan selama dua tahun belakangan DLH ternyata terpaksa menghapus aset armada sampah hingga 23 unit.

”Tepatnya, tahun 2018 ada 11 unit dan 2019 12 unit, karena memang armada tersebut sudah tidak bisa dioperasikan rusak berat,” pungkasnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID