Jalur Distribusi Narkoba Lampung: Diangkut Kapal Kecil, Dipindahkan ke Kapal Besar
Wirahadikusumah
Senin | 06/01/2020 12.16 WIB
Jalur Distribusi Narkoba Lampung: Diangkut Kapal Kecil, Dipindahkan ke Kapal Besar
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen dalam program Wira Corner di studio Rilisid TV Lampung/FOTO IST

RILIS.ID, – Akal bandar narkoba seakan tak pernah habis untuk mengedarkan barang haramnya. Mereka terus beradu stategi dan taktik dengan polisi agar dagangannya sampai ke tangan pemesannya.

Bahkan, untuk pendistribusiannya, bandar narkoba juga menggunakan jalur perairan. Caranya narkoba dibawa dengan kapal-kapal kecil, lalu dipindahkan ke kapal besar yang bersandar di tengah laut.

Informasi ini disampaikan Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Shobarmen kepada Rilisid TV Lampung (grup Rilislampung.id) dalam program Wira Corner, Selasa (31/12/2019).

Dia mengatakan, modus distribusi melalui perairan itu pernah diungkap Polda Lampung berserta Polres Lampung Timur (Lamtim) belum lama ini. Menurutnya, kala itu polisi berhasil menyita 60 kilogram sabu-sabu (SS).

”Ya, modus itu terjadi di perairan Lamtim,” ujarnya.

Shobarmen menjelaskan, kapal-kapal kecil yang mengangkut narkoba itu menggunakan pelabuhan-pelabuhan ”tikus” yang sebelumnya tidak terpantau aparat kepolisian.

Namun, kata Shobarmen, saat ini polisi sudah memetakan pelabuhan-pelabuhan ”tikus” yang digunakan bandar narkoba tersebut.

”Tapi mohon maaf, untuk lokasi pelabuhannya, kami tidak bisa sebutkan,” katanya.

Pastinya, terus Shobarmen, pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk memberantas peredaran narkoba di Lampung. Terlebih, provinsi ini dijadikan jalur distribusi utama oleh bandar narkoba untuk mengedarkan barang haramnya.

”Kami juga sudah diinstruksikan oleh pimpinan, untuk bisa menahan narkoba di Lampung agar tidak lolos sampai Pulau Jawa,” ucapnya.

Dia memaparkan, saat ini, tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak terpapar narkoba. Apalagi Lampung yang masuk dalam kategori darurat narkoba lantaran posisinya yang strategis berada di ujung Pulau Sumatera.

Kan bisa saja, tadinya mau mengedarkan narkoba di pulau lain, tapi dalam perjalanan berubah pikiran. Sehingga akhirnya diedarkan di Lampung,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam menanggulangi narkoba, ada tiga cara yang dilakukan. Yakni, pencegahan, penindakan, dan penangulangan atau rehabilitasi.

”Kami di kepolisian domainnya lebih kepada penindakan hukum. Yang paling utama, kami harus bisa memproteksi Lampung supaya tidak dimasuki narkoba dari luar,” pungkasnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID