Jejak Pasien Lampung yang Positif Corona Dilacak
Wirahadikusumah
Kamis | 19/03/2020 11.02 WIB
Jejak Pasien Lampung yang Positif Corona Dilacak
Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilislampung.id

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Satu warga Lampung diumumkan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Pengumuman disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Rabu (18/3/2020) sore.

Dia mengatakan, di Indonesia hingga 18 Maret 2020, pukul 12.00 WIB, pasien positif corona bertambah 55 jiwa. Sehingga, total pasien saat ini jumlahnya mencapai 227 orang.Yang dinyatakan sembuh 11 orang, dan meninggal dunia 19 orang.

Yurianto merincikan, penambahan 55 pasien positif corona berasal dari Lampung berjumlah satu pasien, empat pasien di Banten, satu pasien di Jogjakarta.

Kemudian, 30 pasien di DKI Jakarta, 12 pasien di Jawa Barat, dua pasien di Jawa Tengah, satu pasien di Sumatera Utara, satu pasien di Riau, dan satu pasien di Kalimantan Utara.

Informasi positifnya satu pasien corona warga Lampung dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Reihana. Dia mengatakan, pasien itu kini masih diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung.

Dalam press release-nya, Reihana menceritakan, pasien positif corona itu kali pertama dilaporkan oleh anak pasien tersebut. Alasan melapor berawal dari kekhawatiran lantaran mendapatkan informasi pada 14 Maret 2020 ada seorang jemaat di Solo, Jawa Tengah, meninggal dunia lantaran positif corona.

Sementara, pasien berada di kegiatan yang sama dengan jemaat asal Solo yang meninggal dunia akibat terjangkit virus corona tersebut.

Reihana melanjutkan, pasien laki-laki berusia 62 tahun itu awalnya pada 25-28 Februari 2020 menghadiri seminar di Hotel Aston, Bogor. Di sanalah pasien berkontak dengan pasien positif corona asal Solo yang meninggal dunia.

Kemudian, pada 29 Februari 2020, pasien pulang ke Bandarlampung. Lalu, pada 3 Maret 2020, mulai merasakan gejala panas, batuk, susah menelan, dan suhu mencapai 37 derajat celcius.

Pasien kemudian berobat ke dokter swasta, lalu memeriksakan diri ke laboratorium di RS Advent Bandarlampung. Selanjutnya, pada 13 Maret 2020 pasien mendatangi Puskesmas Simpur.

”Saat itu, keadaan pasien masih normal. Dan pasien di sana belum menceritakan pernah punya riwayat kontak dengan pasien positif corona di Solo yang meninggal dunia,” jelas Reihana.

Baru pada 14 Maret 2020, anak dan istri dari pasien tersebut kembali ke Puskesmas Simpur dan melaporkan informasi yang didapat dari perkumpulan jemaat di Bogor bahwa pasien berkontak dengan pasien di Solo.

”Puskesmas Simpur kemudian memberikan rujukan kepada pasien ke RSUDAM,” paparnya.

Menurut Reihana, Diskes Lampung akan melakukan tracking contact atau menelusuri riwayat kontak pasien positif corona di Lampung. Termasuk petugas laboratorium di RS Advent dan petugas kesehatan di Puskesmas Simpur serta RSUDAM.

”Kita akan melakukan pemeriksaan Swab kepada orang-orang yang pernah punya riwayat berkontak dengan bapak ini. Kita doakan bersama, pasien yang dinyatakan positif bisa survive dan sehat,” ucapnya.

Dia menambakan, pasien dalam pemantauan (PDP) yang berada di Kota Metro dinyatakan hasil laboratoriumnya negatif. Kendati begitu, PDP itu masih disiolasi hingga dua kali pemeriksaan laboratoirum.

”Mari kita berdoa, keadaaan umum pasien positif Covid -19 bisa sembuh. Masyarakat kami imbau untuk tenang dan tidak panik,” imbaunya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID