Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Naik

Senin | 09/12/2019 19.41 WIB
Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Naik
Ilustrasi: rilislampung.id/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung mengindentifikasi akan ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan, Adiansyah, mengatakan pihaknya telah mendapati adanya bahan pokok yang naik. Meskipun tidak signifikan, hal tersebut patut diwaspadai sebab dapat mempengaruhi stabilitas pangan.

"Sudah terjadi kenaikan untuk beberapa jenis sembako. Namun angka kenaikan harga masih dalam batas normal," kata Adiansyah, di Gedung Semergou, Senin (9/12/2019).

Kenaikan harga itu, ditemui sejak awal Desember saat tim perdagangan mulai melakukan kunjungan ke agen-agen. Menurutnya kenaikan harga itu sudah menjadi tradisi saat ada hari besar, namun ia berharap kenaikan harga masih dalam batas wajar.

"Menjelang Natal dan tahun baru ada beberapa item sembako yang sudah naik, untuk itu kita minta kepada agen-agen yang memproduksi seperti ayam dan telur agar harganya bisa ditekan," tambah dia.

Saat ini telur maupun daging ayam, naik Rp 500 sampai Rp1.000 per kilogram. Maka, dirinya meminta agen dan produsen untuk tidak menahan barang sehingga menyebabkan kelangkaan dan berdampak pada tingginya harga di pasaran.

"Kita minta mereka jangan ada yang menahan barang. Kalau ada ya keluarkan, kan ini hanya fenomena tahunan saja. Permintaan meningkat karena ada momen Natal dan tahun baru," ujar.

Menurutnya untuk patokan harga pangan, setiap pasar memiliki standar masing-masing. Sehingga, Dinas Perdagangan tidak bisa menetapkan harga kepada para pedagang. Misalnya, Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung, meskipun hanya berseberangan lokasi, tapi harga lebih mahal di Pasar Smep.

"Karena untuk masuknya barang-barang ke Smep ongkos angkutnya lebih mahal, jadi harga jual ikut mahal. Namun di samping itu, seiring memasuki musim penghujan pasokan pangan disinyalir tetap stabil, karena petani juga sudah mulai menanam, saya rasa dua atau tiga bulan ke depan sudah mulai normal lagi harganya," pungkasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID