Kacab Asuransi Astra Lampung: Semua Orang adalah Marketer
lampung@rilis.id
Selasa | 16/02/2021 16.14 WIB
Kacab Asuransi Astra Lampung: Semua Orang adalah Marketer
Kepala Cabang Asuransi Astra Lampung Iyus Suryaman pada Sharing Session & Campus Hiring yang digelar kerjasama dengan UPT Inkubitek Career Center dan Alumni IIB Darmajaya, Senin (15/2/2021)./FOTO ISTIMEWA

Semua orang adalah marketing, minimal marketing untuk dirinya sendiri. Selain itu, menjadi seorang marketing harus memiliki lima kemampuan yaitu, kita harus tahu market, target, kebutuhan dan kemampuan costumer, serta promosi.

"Setelah keempat kemampuan itu kita kuasai, baru hal kelima adalah kemampuan kita melakukan promosi produk yang akan kita jual,” kata Kepala Cabang Asuransi Astra Lampung Iyus Suryaman pada Sharing Session & Campus Hiring yang digelar kerjasama dengan UPT Inkubitek Career Center dan Alumni IIB Darmajaya, Senin (15/2/2021).

Kegiatan yang digelar via zoom tersebut selain menghadirkan Iyus Suryaman juga menghadirkan narasumber lain seperti Suriyawano yang merupakan Kepala Cabang AUTO 2000 Lampung.

Sharing Session & Campus Hiring dibuka Ketua Prodi Manajemen IIB Darmajaya Dr. Anggalia Wibasuri dengan moderator Lilla Rahmawati.

Iyus juga menekankan semua orang jangan takut atau ragu berkarir di bidang marketing, sekalipun tidak memiliki ilmu pemasaran.

"Saya sendiri orang lulusan sains matematika. Namun, saya belajar menjadi marketing yang baik yang saya mulai dari langkah-langkah kecil,” kata dia.

Dia juga memberikan peluang kepada pihak kampus IIB Darmajaya, terutama mahasiswa yang ingin berkarir di Asuransi Astra. Mengingat, Astra memiliki lingkungan kerja yang nyaman, seksi, serta ada pengembangan karir karyawan yang dinamis.

"Bahkan, kami memiliki kepala cabang yang memulai karir sebagai office boy (OB),” kata dia.

Sementara, Kacab AUTO 2000 wilayah Lampung Suriyawano menjelaskan, ada dua kunci sukses menjadi seorang marketer, yaitu people development dan proses yang baik.

"Namun keduanya harus dilakukan konsisten agar dampak yang kita dapatkan menjadi lebih besar,” kata Suriyawano.

Ia juga mengatakan, mengapa dirinya menekuni bidang marketing, mengingat guna pencapaian itu didasari saat dia menilai kebutuhan diri untuk hidup mandiri. Sehingga harus memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan dalam usia mudanya waktu itu.

"Karena ada orang yang dibayar Rp100 ribu dalam sebulan merasa cukup, tapi ada juga yang dibayar satu juta rupiah sebulan baru merasa cukup. Saat itu kebetulan Astra yang membuka lowongan marketing, sehingga saya lebih memilih pekerjaan itu. Sedangkan bekerja di bidang administrasi akan sulit mendapatkan nilai yang kita inginkan,” ungkapnya.

Namun, kata dia, yang lebih penting seseorang yang akan terjun ke dalam dunia bisnis harus menguasai marketing.

'Yang paling utama adalah siapkan mental yang bagus. Mengingat, banyak tantangan dalam dunia marketing,” terangnya.

Menjawab pertanyaan Talita Nabila Syahda, mahasiswa IIB Darmajaya tentang ukuran sukses seorang marketer, Suriyawano menjelaskan hal itu relatif, bergantung masing-masing individu.

"Kalau saya selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar, dan saya akan meraih lebih dari posisi saat ini,” ucapnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID