Kalapas Kotabumi: Lapas-Rutan Bukan Penjara, Tetapi Tempat Pembinaan
Furkon Ari
Kamis | 27/02/2020 14.49 WIB
Kalapas Kotabumi: Lapas-Rutan Bukan Penjara, Tetapi Tempat Pembinaan
Kalapas Kelas IIA Kotabumi, Endang Lintang. Foto: Rilislampung.id/Furkon Ari

RILIS.ID, Lampung Utara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi Lampung Utara menggelar media gathering bersama wartawan. Pihak lapas menyampaikan misi Kementerian Hukum dan HAM bahwa Lapas atau Rutan bukan lagi penjara tetapi tempat pembinaan.

Kalapas Kelas IIA Kotabumi, Endang Lintang menyatakan, dalam rangka resolusi pemasyarakatan tahun 2020, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mensosialisasikan 15 poin program tersebut bersama-sama media agar dapat diketahui oleh publik atau khalayak ramai. Hal itu karena media ibarat Peluru Paling Tajam.

“Kalau media itu menyiarkan masyarakat akan melihat. Untuk itu, pimpinan kami meminta agar kita mengundang media untuk membantu menyampaikan apa yang ingin dicapai lapas yang kita cita-citakan," kata Endang.

Ke-15 poin program pemasyarakat yang dijalankan Kemenkumham diantaranya, berkometmen mendorong 681 satuan kerja (Satker) pemasyarakatan mendapatkan predikat WBK dan WBBM.

Pemberian hak remisi kepada 288.530 narapidana, pemberian program intekritas berupa pembebasan bersyarat (PB), citi bersharat (CB) dan citi menjelang bebas (CMB) kepada 69.358 narapidana.

Pemberian rehabilitasi medis dan sosil kepada 21.540 narapidana pengguna narkotika, pemberian makanan siap saji di UPT pemasyarakatan Tangerang dan Nusakambangan.

Kemudian dilakukannya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di seluruh Lapas atau Rutan, peningkatan kualitas WBP menjadi SDM unggul melalui pelatihan keterampilan bersitifikat kepada 35.860 narapidana.

Ikut pada acara media gethering itu Kepala Rubasan Kelas II Kotabumi Auda Irwanda Putra, Kepala Rutan kelas IIB Kotabumi Denial Arif dan Ketua PWI Lampung Utara Jimi Irawan didampingi Sekretaris PWI Furkon Ari bersama pengurusnya dan perwakilan media massa yang bertugas di kabupaten setempat. (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID