Kanal YouTube Bermasalah, Debat Perdana Pilkada Metro Tuai Kritikan
Haris Riyanto
Selasa | 27/10/2020 13.47 WIB
Kanal YouTube Bermasalah, Debat Perdana Pilkada Metro Tuai Kritikan
Debat perdana KPU Metro di Hotel Aidia, Senin (26/10/2020) malam. FOTO: IST

RILIS.ID, Metro – Debat perdana Pilkada Metro yang berlangsung pada Senin (26/10/2020), diprotes warga hingga jurnalis. Salah satu yang disoroti adalah kanal YouTube KPU Metro.

Pantauan Rilislampung.id, live streaming debat melalui kanal YouTube KPU Metro sempat macet selama 30 menit. Debat juga disiarkan salah satu televisi lokal.

"Apa enggak prepare, kok bisa setengah jam enggak ada gambarnya, masa bisa-bisanya mengalami gangguan untuk ajang lima tahunan sekali. Zaman sekarang ini kan smartphone, bukan lagi nonton TV," kata Angga, warga Metro Timur.

Selain warga, keluhan serupa diungkapkan sejumlah jurnalis yang melakukan peliputan di Hotel Aidia, lokasi debat perdana.

Para pewarta mengkritik tidak tersedianya saluran nonton live di seputar lokasi debat.

"Kita sesalkan saja. Masuk meliput tidak boleh. Okelah, kita ikutilah risiko pilkada di tengah pandemi. Tapi, setidaknya sediakan layar besar agar kita bisa menyimak apa yang disampaikan calon-calon," ucap jurnalis Lampung Post, Bambang.

Senada dengan Bambang, jurnalis Tribun Lampung Indra Simanjutak menilai seharusnya panitia menyiapkan sarana bagi awak media.

Karena menurutnya, tidak semua masyarakat Metro menonton televisi atau bahkan mengetahui adanya debat kandidat.

"Tugas kita kan membantu menyebarluaskan visi misi calon. Tapi gimana kita mau buat berita, kalau tidak ada sarananya. Sama saja nyuruh kita work from home ini sambil nonton televisi di rumah, buat beritanya," sesalnya.

Terpisah, Ketua KPU Metro Nurris Septa Pratama menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pemirsa terkait adanya gangguan pada kanal YouTube.

Debat perdana mengangkat tema memajukan daerah dan menyerasikan pelaksanaan pembangunan Kota Metro dan Provinsi Lampung dengan nasional. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID