Kasus Covid-19 Terus Naik, Keterisian Tempat Tidur RS di Lampung Jadi Perhatian Pusat
Rilis.id
Jumat | 14/05/2021 12.10 WIB
Kasus Covid-19 Terus Naik, Keterisian Tempat Tidur RS di Lampung Jadi Perhatian Pusat
Ilustrasi: Rilisidlampung/Kalbi Rikardo

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut ada delapan daerah yang mengindikasikan peningkatan keterisian ruang perawatan dan ruang ICU khusus Covid-19.

Dari delapan daerah itu salah satunya adalah Lampung. Berdasarkan data Kemenkes, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit atau RS rujukan Covid-19 di provinsi ini mencapai 50,8 persen.

Kemudian ada juga Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Beberapa provinsi jauh lebih tinggi kasusnya, ini yang harus menjadi perhatian kami pemerintah pusat dan harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepada Gubernur, Bupati dan Walikota, tolong ini dijaga,” kata Budi seperti dikutip Rilisidlampung dari Rilis.id, Jumat (14/5/2021).

Kemenkes juga tengah bersiap menghadapi tren lonjakan kasus positif virus corona atau Covid-19 usai libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Persiapan Kemenkes ini berdasarkan data perkembangan kasus sebelumnya, bahwa selalu terjadi tren lonjakan kasus pasca libur panjang.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenkes akan melakukan sejumlah langkah. Di antaranya mendata seluruh kapasitas tempat tidur di seluruh fasilitas kesehatan, pendataan farmasi dan alat kesehatan serta melakukan pendampingan ketat pada daerah yang terindikasi terjadi tren kenaikan kasus.

”Tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk, saya merasa dan berharap Insyaallah ini tidak terjadi, tetapi kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget,” ujar Menkes.

”Sejak Januari yang penting diantisipasi adalah kesediaan tempat tidur RS (rumah sakit), kesiapan obat-obatan dan fasilitas lainnya yakni oksigen,” lanjutnya.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 390 ribu unit, di mana 70 ribu digunakan untuk pelayanan pasien Covid-19.

Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 mencapai sekitar 23 ribu lebih. Semantara untuk ruang ICU, ada sekitar 22 ribu dan untuk pasien Covid-19 sebanyak 7.500 unit dengan tingkat keterisian ICU sekitar 2.500.

”Kapasitas RS dan ICU yang kita miliki, itu masih tiga kali lebih besar dibandingkan yang kita dedikasikan untuk Covid-19,” ujar Budi.

Dari kalkulasi ini, Menkes memperkirakan masih ada ketersediaan tempat tidur hingga dua kali lipat untuk mengantisi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19, terutama pascalibur Lebaran 2021.

Juga apabila terdapat kekurangan permintaan tempat tidur maupun ICU, pihaknya siap melakukan relaksasi dengan mengonversi RS menjadi RS khusus Covid-19.

”Sejumlah persiapan telah kita lakukan, saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap kosong, tapi kalau ada setidaknya kita sudah melakukan persiapan,” imbuhnya.

Selain ketersediaan tempat tidur, Kemenkes juga melakukan monitoring terhadap kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 di seluruh daerah, terutama daerah yang mengalami kenaikan kasus signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Karenanya Menkes meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turut melakukan langkah antisipasi sekaligus pencegahan agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi pascalibur panjang lebaran.

Disamping aktif melakukan pendataan kapasitas RS, Kemenkes saat ini juga berupaya keras untuk menjaga ketersediaan obat-obatan serta oksigen di seluruh tanah air agar tidak terjadi kekosongan.

Menkes mengimbau kepada daerah untuk dapat menyampaikannya ke Kemenkes agar bisa segera diupayakan untuk dipenuhi. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID