Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat Saat Pandemi, D-PPPA: Terbanyak di Bandarlampung
Dwi Des Saputra
Kamis | 29/04/2021 20.40 WIB
Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat Saat Pandemi, D-PPPA: Terbanyak di Bandarlampung
Ilustrasi/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali meningkat di masa pandemi. Hal itu berdasarkan data Simponi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Lampung. Kasus kekerasan perempuan dan anak di Lampung mencapai 100 kasus. 

Kepala D-PPPA Lampung, Fitrianita mengatakan, kasus kekerasan itu paling banyak terjdi di Bandarlampung. 

Menurutnya, salah satu alasan tingginya angka tersebut dikarenakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPPA di kota Bandarlampung belum berjalan.

“Seharusnya ditangani UPTD Bandarlampung. Justru, lebih banyak ditangani lembaga masyakarat,” ungkap Fitrianita usai hearing dengan Komisi V DPRD Lampung, Kamis (29/4/2021). 

Selanjutnya, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya pengawasan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Kita mendorong bupati dan walikota supaya menganggarkan dan mengoptimalisasi fungsi UPTD dan Dinas PPPA,” lanjut Fitrianita lagi. 

Sementara anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo mendukung dan mendorong untuk segera mengaktifkan UPTD setempat.

Deni juga meminta untuk menerapkan pelaporan kekerasan perempuan dan anak menjadi satu pintu. 

“Kalau ada laporan. Supaya korban tidak perlu bolak balik, ke rumah sakit, ke kantor polisi dan rumah aman,” kata Deni. 

Deni juga memberikan saran untuk membuatkan aplikasi untuk mempermudah pelaporan. Misalnya, menggandeng salah satu universitas di Lampung untuk membuat aplikasi tersebut. 

“Buat aplikasi gitu, sekarang sudah era melek teknologi, anak-anak sudah megang HP semua. Intinya aplikasi itu untuk mempermudah pelaporan korban,” pungkas dia. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID