Ketua IDI Bandarlampung Sarankan Vaksinasi Saat Ramadan Dilakukan Pagi Hari
Dora Afrohah
Minggu | 18/04/2021 13.43 WIB
Ketua IDI Bandarlampung Sarankan Vaksinasi Saat Ramadan Dilakukan Pagi Hari
Ilustrasi/Kalbi Rikardo

Saat bulan Ramadan, masih banyak masyarakat yang ragu ketika ingin vaksin atau melakukan swab antigen. Kebanyakan mereka ragu apakah bisa membatalkan puasa atau tidak.

Menurut Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat, Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Pada Saat Berpuasa, isinya bahwa vaksinasi covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. 

Hukum melakukan vaksinasi covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya.

Sementara itu menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung, dr. Aditya menyarankan, bahwa waktu yang baik untuk vaksin pada bulan Ramadan adalah saat pagi hari.

“Kalau bisa vaksin diberikan pagi karena masih segar dan belum lama setelah sahur. Jangan siang atau sore karena dikhawatirkan jadi lemas,” ungkapnya kepada RilisLampung, Minggu (18/4/2021).

Lebih lanjut, terkait kekhawatiran tes swab atau tes antigen, menurut Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 tentang Hukum Tes Swab untuk deteksi covid-19 saat berpuasa yang ditetapkan pada 7 April 2021, bahwa test swab maupun antigen juga tidak membatalkan ibadah puasa.

Terkait hal itu, dr. Aditya menambahkan, bahwa swab antigen yang dilakukan adalah hanya sebatas hidung dan tidak masuk kerongkongan.

Sementara itu, dr. Aditya yang bertugas di PMI Provinsi Lampung juga mengatakan jika pihak unit transfusi darah PMI tetap buka selama 24 jam.

“Silahkan datang setelah berbuka puasa jika yang puasa. Tapi kalau keadaan darurat sebaiknya mendonor pagi hari, supaya tidak dehidrasi,” tutupnya. (*)

 

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID