Ketua IDI Lampung: New Normal itu Bukan Normal - RILIS.ID
Ketua IDI Lampung: New Normal itu Bukan Normal
Juan Situmeang
Minggu | 12/07/2020 11.57 WIB
Ketua IDI Lampung: New Normal itu Bukan Normal
FOTO : IST

RILIS.ID, Mesuji – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung Asep Sukohar menegaskan situasi kenormalan baru atau new normal bukanlah kondisi normal.

Menurutnya, masyarakat harus disosialisasikan tentang normal baru untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang masih menunjukkan pergerakan mengarah naik.

“Saya ingin sampaikan bahwa new normal itu bukan normal. Ini yang berat. Harus terus sampaikan ke masyarakat ini bukan normal,” ujarnya saat pelantikan pengurus IDI Mesuji di Aula D’Filda, Simpangpematang, Sabtu (11/7/2020).

Dalam pemantauannya, lanjut Asep, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan di ruang publik, seperti pasar.

“Saya apresiasi (Mesuji) ini masih zero. Kita tetap harus waspada. Jangan lengah. Informasi di Jawa Tengah, (dokter) meninggal masih muda. Jadi, sekali lagi kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

“Hindari kerumunan, ya pak bupati, untuk kegiatan-kegiatan seperti nikahan, kita minta tetap ada pengawasan. Meski Kapolri sudah cabut maklumat. Tapi untuk kegiatan sepertinya tetap diawasi dan dilakukan izin yang ketat,” sambung Wakil Rektor II Universitas Lampung ini.

Selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, Asep meminta pemerintah daerah Mesuji untuk menyiapkan penanganan pasien positif Covid-19 meski sampai saat ini belum ada kasus.

“Saya akan ada koordinasi dengan gubernur, terkait new normal ini. Karena ada tim Australia yang datang ke Lampung untuk meneliti penanganan Covid-19. Jadi kita harus hati-hati. Waspada. Karena media pasti memberitakan. Sekarang Lampung Timur pecah lagi. Ada yang positif. Tidak bisa dibendung. Ini perlu peran serta IDI, koordinasi dengan semua komponen di Mesuji untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mesuji," ungkapnya.

Asep mengajak pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam pandemi ini.

“Kita lihat, di Amerika yang pelayanan kesehatan demikian tembus 100 ribu yang meninggal, di kita (Indonesia), kasus kematian sedikit," ucapnya.

Pandemi menurut Asep,  justru membuka peluang baru bagi pegawai pemda dan kepolisian untuk mengikuti kerja sama pendidikan jarak jauh (daring).

“Dimungkinkan justru saat ini untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan daring,” katanya.

Ketua IDI Mesuji terpilih dr. Harizal Hasni menyampaikan terima kasih untuk semua pihak yang membantu proses pemilihan hingga pelantikan.

“Waktu Maret lalu mau langsung pelantikan tapi pandemi Covid-19. Baru terlaksana hari ini. Saya jadi ketua. Tentu ini beban berat. Namun saya yakin dengan bantuan teman-teman semua bisa kita emban dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, IDI memiliki tugas besar untuk mengedepankan kepentingan masyarakat sehat dan makmur.

"Kita masih tetap pandemi Covid-19. Kita belum bebas. Sebagai daerah zero corona, siap terima kritik saran juga sebaliknya ke pemda," ucapnya.

Sementara Bupati Mesuji Saply TH menyampaikan selamat bertugas kepada pengurus IDI periode 2020-2023.

“Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik. Buat yang lama terima kasih.  Semoga dapat mengemban amanah,” katanya.

Saply berharap IDI bisa meningkatkan kualitas pelayanan menuju Mesuji sehat meski dana terpotong banyak untuk penanganan Covid 19.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya pada dokter dan tenaga kesehatan lainnya.  Sebagai satu-satunya organisasi dokter. Diminta juga agar melakukan pemenuhan standar yang ada.  Kode etik. Saya berpesan agar bekerja dengan dedikasi tinggi, profesiona, dan manfaatnya untuk semua kalangan. Lakukan sepenuh hati, ikhas,  mengembangkan kapasitas diri. Untuk memberi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Mesuji," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID