Komite Beberkan Kecurangan Pembangunan Lab SMAN 1 Batubrak
Anton Suryadi
Kamis | 06/12/2018 18.01 WIB
Komite Beberkan Kecurangan Pembangunan Lab SMAN 1 Batubrak
Gedung lab SMAN 1 Batubrak. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Anton Suryadi

RILIS.ID, Lampung Barat – Pembangunan gedung laboratorium fisika dan kimia di SMAN 1 Batubrak Kabupaten Lampung Barat, diduga sarat kecurangan.

Kegiatan yang menghabiskan dana senilai Rp734.848.000 dan dikerjakan secara swakelola itu seharusnya melibatkan pihak komite sekolah.

Namun, kenyataannya komite sekolah sama sekali tidak tahu menahu. Bahkan dalam rapat persiapan pembangunan, komite sekolah baik ketua maupun anggota tidak satupun ikut rapat. 

Penelusuran wartawan rilislampung.id di lokasi pembangunan dan berdasarkan keterangan dari berbagai narasumber yang dirahasiakan namanya, dalam pelaksanaannya, pembangunan 2 unit gedung lab tersebut dikelola sendiri oleh kepala sekolah (kepsek) setempat, Napsiah. Mulai pengadaan material hingga tukang bangunan yang bekerja merupakan kebijakan dari sang kepsek.

"Komite tidak tahu menahu soal pembangunan itu, kami sama sekali tidak dilibatkan. Semua kegiatan itu dimonopoli oleh kepsek," ungkap Ketua Komite SMAN 1 Batubrak, Joni, kepada rilislampung.id, Kamis (6/12/18).

Joni, mengungkapkan hingga 60 persen pelaksanaan pekerjaan komite sama sekali tidak tahu. Baru setelah ada awak media yang menanyakan teknis pekerjaan kepada pihak komite, pihak sekolah pun seakan kelabakan dan segera merubah SK Panitia pembangunan gedung lab dengan menyertakan nama ketua komite sekolah.

"Saya diberi fotokopi SK panitia pembangunan pada Bulan Oktober, sedangkan pekerjaan telah berjalan sejak Bulan Agustus," kata Joni.

Anehnya lagi, kedua SK panitia pembangunan tersebut dibuat pada tanggal yang sama yakni 22 Agustus 2018. Padahal ketua komite baru menerima SK pada Bulan Oktober.

Diduga pada pencairan dana termin pertama dan kedua, komite sekolah sama sekali tidak tahu. Hal itu mengindikasikan bahwa pihak sekolah dalam melakukan pencairan dan dalam pembuatan SPJ, diduga memalsukan tandatangan ketua komite sekolah berikut stempel komite.

Pengakuan komite, dirinya hanya pernah memberikan tandatangan ketika rapat pembahasan seragam siswa dan rapat UNBK saja. 

"Bahkan stempel komite memang tinggal di sekolah, jadi saya tidak tahu digunakan untuk apa karena saya merasa tidak pernah memberikan tanda tangan saya terkait pembangunan LAB tahun 2018 ini," lanjut Joni.

Bukan hanya tidak melibatkan pihak komite sekolah, proyek pembangunan gedung lab tersebut juga terindikasi proyek siluman, karena tidak adanya plang proyek yang dipasang. 

Terpisah, Kepala SMAN 1 Batubrak, Napsiah mengakui jika pada rapat persiapan pembangunan LAB tersebut Komite sekolah tidak hadir.

"Memang benar, tapi itu karena sudah kita undang dan kita datangi ke rumahnya beliau tidak ada katanya masih di kebon. SK nya ada kok per 22 Agustus 2018 dan ketua komite sebagai anggota dalam SK tersebut," ucap Napsiah.

Ditanya oleh wartawan terkait berita acara rapat persiapan pembangunan yang melibatkan pihak sekolah dan komite, Napsiah mengatakan tidak ada.

"Itu memang salah kami, kami waktu itu rapat cuma secara lisan saja. Notulen juga lupa kami buat, tapi staf saya udah buat kok notulen itu dalam bentuk rangkuman. Udah sih gini aja, dalam berita saudara itu kita buat aja bahwa berita acara dan notulen itu ada gitu," pinta Napsiah.

Dikatakan Napsiah, kegiatan pembangunan lab di tempatnya telah berjalan hingga 80 persen. Hal itu dikarenakan pencairan dana juga baru 80 persen, masih ada dana 20 persen lagi yang belum di cairkan. 

Anehnya, Napsiah mengaku pihaknya telah menghitung Sisa Hasil Usaha (SHU) dari kegiatan tersebut meskipun masih tersisa 20 persen dana yang belum dicairkan, dan SHU dimaksud telah di manfaatkan untuk membuat tempat parkir yang menelan dana sekitar 10 juta.

"SHU kegiatan juga udah kita gunakan untuk buat parkir kok," katanya.

Namun kemudian, Napsiah meminta agar terkait SHU tidak diberitakan. "Tolong yang SHU tadi jangan di muat di berita ya, enggak enak nanti dikira orang apa," sambung Napsiah.

Terkait plang proyek yang tidak ada di lokasi, Napsiah kemudian memperlihatkan sebuah banner di ruang kerjanya yang sudah terlipat.

"Ada itu, tadinya kita pasang, tapi karena rubuh ditiup angin makanya kami amankan disini," kata dia seraya memperlihatkan banner dimaksud.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID