Kopi Lampung dan Batu Bara Diekspor ke Pasar Global
lampung@rilis.id
Jumat | 04/12/2020 18.56 WIB
Kopi Lampung dan Batu Bara Diekspor ke Pasar Global
FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Kopi Lampung dan batu bara diekspor ke pasar global. Yakni ke Singapura, Bangladesh, Pakistan, dan Tiongkok.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra mengungkapkan kedua komoditas tersebut diekspor oleh PT Nestle Indonesia dan PT Bukit Asam dari Bandarlampung.

"PT Nestle Indonesia melepas produk olahan kopi sebanyak 155,15 ton dengan nilai USD 475.224. Sementara, PT Bukit Asam akan mengekspor batu bara senilai USD 3,07 juta untuk tujuan Tiongkok," kata Syailendra saat Pelepasan Ekspor ke Pasar Global di PT Nestle Indonesia Panjang Factory, Bandarlampung, Jumat (4/12/2020).

Ia mengapresiasi para pelaku usaha yang berhasil melakukan ekspor di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi Covid-19.

“Kementerian Perdagangan mengapresiasi para pelaku usaha yang dapat terus mengekspor produk-produknya, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Diharapkan, pelepasan ekspor secara serentak ini dapat memotivasi para pelaku usaha, termasuk UMKM untuk berinovasi agar dapat menembus pasar global.

"Selalu ada peluang sekalipun di tengah kondisi sulit seperti saat ini. Kementerian Perdagangan berkomitmen membantu pelaku usaha dalam melakukan ekspor karena dapat meningkatkan kinerja ekspor dan nasional dan mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi Kementerian Perdagangan, PT Nestle Indonesia, PT Bukit Asam dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dalam peningkatan ekspor di Lampung.

Menurutnya, kopi Lampung sebagai warisan budaya nusantara eksistensinya perlu dijaga dan dipertahankan.

"Upaya kita terus peduli dan mempromosikan kebanggaan atas kopi Lampung harus terus ditingkatkan, yang tidak hanya menjadi identitas masyarakat daerah tetapi juga mampu mensejahterakan petaninya," tuturnya.

Arinal menuturkan PT Nestle Indonesia telah membangun kemitraan dengan membeli biji kopi dari petani Lampung dengan jumlah yang sangat signifikan setiap tahunnya.

Ia pun mengajak PT Nestle Indonesia meningkatkan sinergi dengan membina dan pengembangan petani kopi guna meningkatkan kesejahteraan petani kopi Lampung.

"Salah satunya dengan hilirisasi produk, yaitu memproses produk industri hilir dengan bahan baku asal Lampung guna menghindari impor dan meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Arinal.

Sementara itu, Direktur PT Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma mengatakan perusahaannya berkomitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia dengan fokus utama menciptakan manfaat.

"PT Nestle menggunakan sebanyak mungkin bahan baku lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menyediakan produk makanan dan minuman yang berkualitas, bergizi, aman, dan lezat untuk dikonsumsi bagi para konsumen di Indonesia, serta menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” katanya.

Secara keseluruhan neraca perdagangan Lampung pada tahun ini mengalami surplus sebesar USD 1,12 miliar.

Pada periode Januari-September 2020, ekspor non-migas menempati posisi ke-13 dengan nilai USD 2,09 miliar dan kontribusi sebesar 1,88 persen dari total ekspor non-migas nasional.

Produk ekspor utama Lampung, yaitu minyak kelapa sawit dan turunannya sebesar USD 680,1 juta atau 32,55 persen.

Kemudian makanan olahan sebesar USD 268,4 juta (12,84 persen), biji kopi USD 240,4 juta (11,50 persen), batu bara USD 191,7 juta (9,18 persen), dan ampas atau sisa industri makanan USD 134,3 juta (6,43 persen).

Negara tujuan dengan kontribusi ekspor Lampung, yakni Amerika Serikat sebesar 17,17 persen, Tiongkok 9,88 persen, India 9,44 persen, Pakistan 8,03 persen, dan Italia 7,35 persen. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID