KPK dan Polres Tangsel Ringkus Buronan Korupsi Polda Lampung
Muhammad Iqbal
Minggu | 05/05/2019 12.45 WIB
KPK dan Polres Tangsel Ringkus Buronan Korupsi Polda Lampung
Nur Muhammad saat diringkus Tim Gabungan KPK dan Polres Tangsel di kontrakannya di Tangsel, Minggu (5/5)/FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, – Pelarian Nur Muhammad sejak Desember 2018 berakhir. Itu setelah tim Gabungan Satgas Penindakan Unit Koordinator Wilayah KPK (Korwil KPK) bersama tim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) meringkusnya tadi pagi (Minggu, 5/5/2019)

Nur Muhammad memang masuk daftar buronan korupsi Polda Lampung. Dia merupakan tersangka perkara tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan peralatan olahraga SD pada Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan (Lamsel) tahun anggaran 2016.

Dia juga merupakan Wakil Direktur CV Mika Kharisma selaku Penyedia Barang dan Jasa. Diduga, kerugian negara yang ditimbulkan pada perkara atas tersangka Nur Muhammad ini sekitar Rp1.008.428.319

Tim gabungan meringkusnya di sebuah kontrakan di daerah BSD, Tangsel. Tepatnya di Kompleks Villa Melati Mas Blok SR 29 No. 7, Serpong, pukul 08.00 WIB, Minggu (5/5).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, selain Nur Muhammad, penyidik Polda Lampung telah menetapkan dua tersangka lainnya yakni Y selaku PPK dan ZR selalu pemilik modal.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Febri menjelaskan, Nur Muhammad saat ini diamankan di Mapolres Tangsel. Selanjutnya akan dibawa ke Bandarlampung dan dilakukan tindakan hukum oleh penyidik Polda Lampung.

”KPK memang memfasilitasi pencarian DPO sejak diterima permintaan fasilitasi dari Polda Lampung pada Maret 2019,” tulisnya dalam rilisnya yang dikirimkan ke Rilislampung.id, Minggu (5/5/209).

Febri mengungkapkan, saat tim KPK mendapatkan informasi mengenai keberadaan DPO, KPK bersama tim Kriminal Khusus Polres Tangsel bergerak dan mengamankan Nur Muhammad di wilayah hukum Kota Tangsel.

”Penangkapan ini merupakan bentuk sinergi antara KPK dan Polri dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Sementara, Kabidhumas Polda Lampung AKBP Zahwani Pandra Arsyad memastikan segera berkoordinasi terkait penangakapan tersebut.

”Kami akan cek dulu. Ini sedang koordinasi,” ujarnya kepada Rilislampung.id, Minggu (5/5).(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID