Krakatau Erupsi, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi - RILIS.ID
Krakatau Erupsi, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
Agus Pamintaher
Sabtu | 11/04/2020 10.07 WIB
Krakatau Erupsi, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada akhir Desember 2018. FOTO: BMKG

RILIS.ID, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi. Tepatnya, Jumat (10/4/2020) sekitar pukul 22.35 WIB. 

Suara letusan keras GAK membuat masyarakat di pesisir Rajabasa dan Kalianda khawatir.

Seketika muncul bayangan tsunami akhir Desember 2018, yang menyebabkan sedikitnya 60 jiwa melayang.

Sebagian dari mereka karenanya segera mengungsi ke dataran tinggi.

Ya, BMKG menduga tsunami di Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung disebabkan letusan atau longsoran GAK.

Menurut BMKG, ada kemiripan antara pola tsunami tersebut dengan yang terjadi di Palu.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Kapolres AKBP Edi Purnomo, Kepala BPBD M Darmawan, dan Kepala Dinas Sosial Dulkahar pun langsung meninjau GAK. Mereka mengamati aktivitas gunung itu dari menara pemantau di Hargo Pancuran, Sabtu (11/4/2020).

Nanang mengatakan, dari website MAGMA (https//magma.vsi.esdm.go.id), GAK dinyatakan berstatus Level II (waspada).

Dengan level tersebut, tidak boleh ada yang mendekati GAK radius dua kilometer (km) dari kawah.

"Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. GAK berstatus level II, jadi tidak boleh mendekat," ujar Nanang.

Nanang juga meminta masyarakat yang trauma akibat tsunami dan mengungsi ke dataran tinggi, kembali ke rumah masing-masing.

"Silahkan pulang ke rumah, karena levelnya masih waspada," imbuhnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID