Kurangi Beban, PLN Imbau Pelanggan Tak Setrika Malam-Malam

Rabu | 05/09/2018 20.32 WIB
Kurangi Beban, PLN Imbau Pelanggan Tak Setrika Malam-Malam
GM PT PLN Sumbagsel Bambang Anggono (ketiga dari kiri) dan GM PT PLN Distribusi Lampung, Julita Indah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – General Manager PT PLN Distribusi Lampung, Julita Indah, mengimbau masyarakat Lampung sementara waktu dapat menggunakan listrik secara bijak pada waktu beban puncak (WBP). Yakni antara pukul 17.00-23.00 WIB. 

”Bagi yang biasa menyetrika malam, kami harapkan bisa merubah jadwal jadi pagi atau siang hari. Kita sama-sama berdoa semoga pemulihan (PLTU Sebalang) tidak sampai tiga bulan," katanya dalam media gathering, Rabu (5/9/2018).

Pihak PT PLN berharap perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang dapat diselesaikan dengan cepat.

Dengan demikian, opsi pemadaman bergilir akibat tidak beroperasinya PLTU dimaksud tidak harus terjadi sampai tiga bulan.

”Saya yakin perbaikan PLTU Sebalang bisa dipercepat walaupun target kita memang 90 hari,” terang General Manager (GM) PT PLN Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Anggono, Rabu (5/9/2018).

Dia menegaskan saat ini sedang menunggu belt conveyor baru yang dipesan dari Surabaya Jawa Timur atau Jakarta.

"Alat yang kita pesan dari lokal, bukan buatan luar negeri," jelasnya di ruang rapat Obyek Vital Nasional PLTU Tarahan Sumbagsel Unit 3 dan 4.

Agar perbaikan berjalan lebih cepat, Bambang mengakui butuh keseriusan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di sana. 

"Iya maka saya perintahkan bekerja 24 jam non-stop dan mengerahkan segala cara secara maksimal agar PLTU Sebalang dapat beroperasi lagi,” paparnya.

Sebagai antisipasi masalah sama tak terjadi, ke depan pihaknya akan menambah tenaga dust suppression yang berfungsi menyemprotkan air pada batubara.

Tujuannya menghalangi percikan api akibat debu panas dari pembakaran batubara. Jadi, tidak terjadi kebakaran seperti di PLTU Sebalang, Kamis (23/8/2018) lalu.

Sekadar gambaran, PLTU dihasilkan lewat pembakaran batu bara yang diisikan ke dalam bunker dengan belt conveyor.

Emas hitam itu kemudian dikonversi menjadi uap oleh boiler yang digunakan memutar turbin sehingga menghasilkan tenaga listrik. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID