Lampung Mati Listrik Sebulan Penuh, Pihak PLN Minta Doa

Rabu | 29/08/2018 16.27 WIB
Lampung Mati Listrik Sebulan Penuh, Pihak PLN Minta Doa
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – PT PLN (Persero) Distribusi Lampung akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemadaman listrik bergilir selama sebulan penuh mulai 31 Agustus sampai 30 September 2018.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung, Hendri AH, menjelaskan langkah itu terpaksa dilakukan karena beberapa komponen pembangkit rusak.

”Salah satunya di boiler akibat kebakaran di PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) Sebalang pada Kamis (23/8/2018) lalu,” jelasnya kepada rilislampung.id, Rabu (29/8/2018).

PLTU dihasilkan lewat pembakaran batu bara yang dikonversi menjadi uap dengan bantuan boiler sebagai alat pemanas air. Uap dari boiler digunakan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan tenaga listrik. 

Menurut Hendri, PLN hingga saat ini masih terus berupaya memulihkan kerusakan yang berdampak pada penonaktifan PLTU Sebalang untuk sementara. 

Penonaktifan dimaksud menyebabkan terjadinya defisit daya sebesar 65 megawatt (MW) pada waktu beban puncak (WBP).

”Itulah mengapa langkah pemadaman listrik bergilir terpaksa dilakukan,” ujar Hendri.

Meski begitu, agar durasi pemadaman tidak terlalu lama yakni hanya berkisar 2-3 jam sehari, defisit daya akan ditutupi dari pembangkit listrik lainnya.

Pihaknya sudah melakukan kontrak pembelian IPP (Independent Power Producer) dengan PLTG (pembangkit listrik tenaga gas) Sutami untuk daya sebesar 30 MW dan PLTG New Tarahan sebesar 24 MW.

Selain itu, PLN mengupayakan PLTU Tarahan dapat secepatnya beroperasi setelah menjalani masa pemeliharaan.

“Kami menargetkan PLTU Tarahan Unit 3 akan segera masuk sistem dengan daya sebesar 90 MW," imbuh Hendri.

Dengan tambahan daya yang didapatkan melalui kontrak IPP dari PLTG Sutami dan PLTG New Tarahan, serta masuknya PLTU Tarahan Unit 3, otomatis kekurangan daya akan ter-cover sebesar 144 MW. Sehingga, defisit diperkirakan hanya 20 MW.

Supervisor Humas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PLN Distribusi Lampung, Bernadus Hernawan Rahanto, menambahkan untuk percepatan pemulihan pada PLTU Sebalang PLN terus memobilisasi SDM secara maksimal.

”Kita juga menggunakan pembangkit lain sebagai upaya mempercepat pemulihan terhadap instrumen pembangkit. Mohon doanya agar kerusakan yang terjadi di PLTU Sebalang bisa cepat diselesaikan dalam waktu satu bulan," tutur dia. (*)

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID