Lapas Rajabasa Terus Berbenah Menuju WBK dan WBBM - RILIS.ID
Lapas Rajabasa Terus Berbenah Menuju WBK dan WBBM

Kamis | 17/01/2019 14.10 WIB
Lapas Rajabasa Terus Berbenah Menuju WBK dan WBBM
Petugas Lapas Rajabasa memberikan tanda cap kepada pengunjung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Bandarlampung atau Lapas Rajabasa terus melakukan pembenahan untuk mewujudkan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Salah satunya mengoptimalkan alat pemindai berukuran besar atau mesin pemeriksaan X-Ray. Alat tersebut ditaruh di depan pintu masuk kawasan steril pada Lapas Rajabasa.

Kepala Lapas Rajabasa, Sujonggo, mengatakan bahwa mesin pemeriksaan X-Ray itu mempermudah mengontrol dan memantau lalu lintas kunjungan.

Meski begitu, Sujonggo mengakui bahwa mesin pemeriksaan berbasis IT tersebut masih memiliki kelemahan. Apalagi kalau tidak didukung dengan integritas anak buahnya.

Seperti adanya transaksi narkoba di dalam Lapas Rajabasa yang melibatkan dua warga binaan, yakni Imam Gozali (51) dan Yandi Then Wijaya (31).

“Prinsipnya, kita harus lebih waspada lagi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. Integritas petugas kita sangat penting. Jadi alat apapun jika integritas petugasnya tidak ada, percuma saja,” kata Sujonggo.

Menurut Sujonggo, mensterilkan lapas dari segala bentuk transaksi illegal bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi personel yang terbatas dan tidak memiliki integritas.

Namun, hal itu tidak mematahkan semangat Sujonggo dan jajarannya untuk mewujudkan Lapas Rajabasa sebagai WBK dan WBBM.

Dia juga berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai Lapas Rajabasa yang terlibat dalam praktik pungutan liar dan narkoba.

“Siapapun yang bermain akan saya tindak tegas, saya siap memecat mereka. Jadi tidak main-main dengan saya, tidak ada ampun bagi mereka jika ketahuan bermain,” tegas mantan Kepala Lapas Batu Nusakambangan ini.

Sujonggo berharap pemerintah menambah personel di Lapas Rajabasa agar pengawasan semakin optimal. Ia mengakui jumlah anak buahnya belum sebanding dengan warga binaan yang mencapai 1.054 orang.

Rinciannya, narapidana umum sebanyak 574 orang, narkotika 413 orang, tindak pidana korupsi 63 orang, human trafficking 4 orang, dan terorisme 2 orang.

“Kalau bisa petugas yang baru masih berusia muda dalam penerimaan CPNS tahun ini. Karena pegawai muda masih maksimal tenaganya, dan sangat kita butuhkan,” tuturnya.

Pada Rabu (16/1/2019), wartawan Rilislampung.id Bayumi Adinata mendapat kesempatan untuk melihat langsung setiap blok yang dikawal ketat oleh petugas.

Blok A1 hingga A3 rata-rata dihuni oleh warga binaan yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Dalam satu blok terdapat 10 kamar yang berisi tujuh sampai sepuluh narapidana.

Sujonggo menambahkan pelayanan terbaik selalu diberikan kepada warga binaan. Ia berharap kelak mereka bisa berubah saat bebas.

“Karena mereka adalah keluarga kita juga, hanya saja nasib mereka sama kita berbeda kondisinya,” pungkas Sujonggo. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID