Lautan Manusia di Tugu Adipura, yang Rusuh Bukan Mahasiswa
Muhammad Iqbal
Rabu | 14/10/2020 21.31 WIB
Lautan Manusia di Tugu Adipura, yang Rusuh Bukan Mahasiswa
Lautan manusia di Tugu Adipura, Bandarlampung, Rabu (14/10/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Tugu Adipura di Jalan Raden Intan, Bandarlampung berubah menjadi lautan manusia, Rabu (14/10/2020).

Massa gabungan seluruh mahasiswa di Lampung ini mengusung aksi damai, terkait demo UU Cipta Kerja pada Rabu (7/10/2020) yang berlangsung rusuh.

Salah seorang koordinator, Jefri Nauval Rafiq (22), menjelaskan aksi ini sengaja mereka lakukan. Sebagai penjelasan bahwa demo pada 7 Oktober 2020, bukan gerakan mahasiswa.

"Kami, mahasiswa, justru jadi korban kerusuhan. Ada sahabat kami yang harus di operasi matanya karena luka. 19 mahasiswa juga diamankan polisi meski mereka sudah dipulangkan," paparnya.

Jefri yang sekaligus menjabat Presiden Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Presma Itera) menerangkan, aksi kali ini mengatasnamakan ”Mahasiswa Lampung Bergerak”.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa menggalang dana untuk membantu para mahasiswa yang mengalami cidera pada kerusuhan 7 Oktober lalu.

"Uangnya kita gunakan untuk membantu kawan-kawan yang terluka dan memerlukan biaya perawatan di rumah sakit," lanjutnya.

Meski aksi damai, mereka tetap menuntut Presiden RI membatalkan pengesahan Omnibus Law atau UU Ciptaker.

Pantauan di lokasi, arus lalu lintas di seputaran Tugu Adipura sempat direkayasa agar tak terjadi kemacetan. Sejumlah polisi terlihat siaga. Aksi berakhir damai tanpa satupun insiden. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID