LBH Desak Hakim Tambah Hukuman Oknum P2TP2A Lamtim
lampung@rilis.id
Rabu | 03/02/2021 21.49 WIB
LBH Desak Hakim Tambah Hukuman Oknum P2TP2A Lamtim
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – YLBHI-LBH Bandarlampung meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukadana, Lampung Timur menghukum berat terdakwa Dian Ansori.

Dian diduga merudapaksa anak perempuan di bawah umur dan juga menjual bocah malang itu pada lelaki hidung belang berinisial BA dengan imbalan Rp200 ribu.

Padahal, Dian yang merupakan oknum petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur, harusnya melindungi korban.

Gadis cilik ini diketahui berlindung di bawah P2TP2A setelah kehormatannya dicemari sebelum dirinya bertemu terdakwa Dian.

Atas dasar itu, Direktur YLBHI-LBH Bandarlampung Chandra Muliawan meminta dalam sidang putusan Selasa (9/2/2021), hakim menghukum berat terdakwa.

”Pidananya ditambah sepertiga menjadi 20 tahun penjara sebagaimana dimaksud Pasal 81 ayat (3) UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tulis LBH dalam press release yang diterima media ini.

Terdakwa sebelumnya dituntut 15 tahun penjara dengan denda Rp800 juta karena menurut jaksa melanggar Pasal 81 ayat (1) Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 23/2002, jo UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU 23/2002 jo Pasal 76D UU Nomor 35/2014.

”Hal ini dipandang perlu sebagai bentuk efek jera terhadap tindakan terdakwa dan sebagai upaya pemberatasan kekerasan terhadap perempuan di Lamtim. Terlebih, demi terwujudnya keadilan di masyarakat, terkhusus kepada korban,” pungkas Chandra. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID