Lebay ah, Pengamat Anggap Ojek Motor Berbahaya Karena Tanpa Airbag

Rabu | 18/04/2018 20.55 WIB
Lebay ah, Pengamat Anggap Ojek Motor Berbahaya Karena Tanpa Airbag
Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Brian Benteng. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Polda Lampung berencana melakukan penertiban dan pelarangan terhadap ojek motor online. Dasarnya, aturan  UU 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), dimana salah satu poinnya menyebutkan kendaraan roda dua bukan moda transportasi umum.

Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Brian Benteng mengatakan, dari hasil Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Ditlantas Polda dengan berbagai elemen beberapa waktu lalu, ditarik kesimpulan

akan adanya penertiban terhadap angkutan ojek motor online, sebelum UU 22/1009 direvisi oleh pemerintah pusat. "Sudah sepatutnya masyarakat mau tak mau mematuhi peraturan yang berlaku," ujarnya kepada rilislampung.id, Selasa (17/4/2018).

Untuk saat ini Ditlansat Polda lebih mengupayakan tindakan preventif, yakni memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa motor bukan moda transportasi umum. “Kemudian memberikan arahan bagi para driver ojek motor,” ucapnya.

Terpisah, Akdemisi Fakultas Hukum UBL Bambang Hartono mendukung menyatakan, peraturan turunan transportasi yakni Permenhub 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Disebutkan, kendaraan roda empat yang menjadi transportasi seperti taxi online harus mengikuti uji kelayakan. Hal itu disebutkan dalam pasal 157 UU Nomor 22 Tahun 2009. 

"Nah masalahnya di PM 108 saja, motor roda dua enggak diatur, jadi tidak mungkin PM 108 bertentangan dengan Undang-Undang yang diatasnya," ujarnya.

Sementara Pengamat Transportasi, Dwi Harianto mengatakan motor peruntukannya bukan untuk dijadikan moda transportasi umum. Ia mencontohkan, apabila terjadi kecelakaan kendaraan maka baik pengemudi ojek dan penumpang rentan keselamatannya.

Sebab, tidak ada penopang keselamatan di sepeda motor, seperti tidak ada airbag, dan peralatan keselamatan lain yang menjamin penumpang. Terlebih tak ada payung hukum yang mengatur sepeda motor dijadikan transportasi umum. "Sepeda motor juga tingkat keselamatannya minim, jika bersenggolan mudah terjatuh," katanya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID