Legislator Ini Desak 26 ASN Diduga Koruptor segera Dipecat - RILIS.ID
Legislator Ini Desak 26 ASN Diduga Koruptor segera Dipecat

Senin | 10/12/2018 20.01 WIB
Legislator Ini Desak 26 ASN Diduga Koruptor segera Dipecat
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung Aprilliati saat Rilis Corner di markas Rilislampung, Rabu (31/10/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Segan PS.

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota Komisi I DPRD Lampung Apriliati meminta ASN diduga koruptor yang kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap segera dieksekusi.

”ASN yang terbukti koruptor diberhentikan secara tidak hormat, sesuai petunjuk Kementerian Dalam Negeri dan BKN," tegasnya saat dihubungi rilislampung.id, Senin (10/12/2018).

Dia menyatakan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung telah mendata 26 Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga koruptor. Ini sesuai data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dia menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung harus berani tegas. 

"Ini aturan, tidak bisa enak-tidak enak, melihat sisi kemanusiaan, atau lainnya," tandas dia. 

Meski begitu, hal yang bersifat privasi tetap harus dijaga.

Ia menerangkan, berdasarkan hasil audiensi dengan BKN, Lampung masuk salah satu provinsi yang banyak ASN diduga koruptor dan tetap menerima gaji.  

Hal itu terjadi karena pemerintah tidak segera mengeksekusi amar putusan dari pengadilan yang juga tertera di dalam UU ASN.

”Bahwa bagi PNS yang terlibat tipikor maka dilakukan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH),” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Ombdusman RI Perwakilan Lampung, Nur Rakhman Yusuf, menjelaskan ASN diduga koruptor berdasar ketentuan tidak serta merta diberhentikan. Namun setidaknya hak-haknya ditangguhkan sampai selesai proses hukumnya. 

Persoalan ASN diduga koruptor menurut dia bukan sudah terbukti atau tidak. Tapi lebih pada moralitas sebagai pejabat publik. 

Pemerintah juga harus membuka data para ASN diduga koruptor sehingga publik bisa mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan.  

Sementara itu, Kepala Inspektorat Lampung Syaiful Darmawan dan Kepala BKD Lampung, Rusli Syofuan, tidak dapat dihubungi. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID