Lima RIbu Porsi Mie Sruit Dibagikan Gratis pada LKF 2019

Selasa | 20/08/2019 18.54 WIB
Lima RIbu Porsi Mie Sruit Dibagikan Gratis pada LKF 2019
Tenda kuliner di Lapangan Saburai, Enggal. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Memeriahkan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019 pada 23-25 Agustus mendatang, dua komunitas kuliner Lampung bakal memasak mie sruit. Jumlahnya, 5 ribu porsi yang akan dibagikan gratis kepada pengunjung secara gratis.

“Pada acara pembukaan LKF, kita akan memasak 5 ribu porsi mie sruit. Menu ini adalah modifikasi dari makanan khas Lampung. Mie sebagai pengganti nasi,” kata Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Lampung, Yunnatan Wijaya, Selasa (20/8/2019).

Tidak hanya memasak mie sruit, APJI juga bakal mengadakan kelas khusus memasak (cooking class) untuk seluruh masyarakat Lampung. Selain itu, ada juga lomba menghias cup cake untuk anak usia 3-6 tahun.

“Untuk kelas memasak dimulai pukul 09.00 Wib di Lapangan Saburai. Kemudian jam sebelasnya dilanjutkan lomba menghias cup cake dengan kuota 200 anak. Jadi silakan datang dan ikuti semua kegiatan yang digelar oleh APJI dan Kulinerku Lampung,” kata dia. 

Selain 5 ribu mie sruit yang bakal dibagikan oleh APJI dan Kulinerku Lampung, nantinya mereka juga akan membagikan 1.000 cup cake untuk masyarakat.

"Pembagian cup cake akan dilakukan esoknya di Lapangan Saburai yang akan dihadiri Ketua PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal. Jadi mari kita meriahkan event tahunan LKF ini, selain bisa belihat penampilan bergagai macam budaya yang ada di Lampung. Pengunjung juga bakal kenyang karena banyak makanan yang kita bagikan secara gratis,” ajak dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Dispar Lampung Qodratul Ikhwan mengatakan LKF 2019 benar-benar akan menampilkan hal berbeda dari sebelumnya karena ini merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. 

Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990.

Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID