LPA Lampung Bedah Kekerasan pada Perempuan dan Anak
lampung@rilis.id
Jumat | 17/07/2020 18.03 WIB
LPA Lampung Bedah Kekerasan pada Perempuan dan Anak
ILUSTRASI: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung menyelenggarakan diskusi virtual untuk membedah berbagai kekerasan yang dihadapi oleh anak dan perempuan di bawah umur.

Sesuai dengan fungsinya, LPA memiliki tanggungjawab bersama-sama Pemerintah untuk memenuhi hak-hak anak, termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan.

"Khususnya kekerasan seksual terhadap perempuan yang kini marak terjadi," ungkap Ketua LPA Lampung Arieyantho Wertha dalam rilisnya, Jumat (17/7/2020).

Diskusi yang akan diselenggarakan pada Senin 20 Juli 2020 tersebut menghadirkan narasumber masing-masing Kapolda Lampung Purwadi Arianto, Diah Sulastri Dewi (anggota Pokja Perlindungan Anak dan Perempuan Mahkamah Agung RI dan Konsultan Psikolog Anak), Sukma Prawitasari (Psikolog). Sementara bertindak sebagai keynote speaker Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Menurut Arieyanto, untuk kegiatan diskusi virtual nanti pihaknya telah menunjuk Ketua LPA Pringsewu, Fauzi  sebagai panitia penyelenggara sekaligus bertindak sebagai pemantik dan moderator.

Sementara itu, Fauzi menambahkan bahwa diskusi virtual tersebut bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat mengetahui berbagai persoalan yang sedang terjadi dan mengancam hak-hak anak, khususnya tindak kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan yang belakangan ini marak terjadi diberbagai daerah, khususnya daerah Lampung.

Untuk selanjutnya diharapkan dapat tumbuh rasa empati dan peduli terhadap perlindungan anak serta waspada terhadap berbagai berbagai hal yang dapat mengancam hak-hak anak, khususnya hak untuk mendapatkan perlindungan.

Menurut Fauzi yang juga Wakil Bupati Pringsewu, anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan memiliki ciri dan sifat khusus yang membutuhkan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh.

"Semakin baik kualitas anak saat ini maka akan semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa," ujarnya.

Sebagai Wakil Bupati dirinya menyadari bahwa upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak dalam masa pandemi Covid-19 saat ini menghadapi banyak tantangan.

Penetapan Bencana Non alam penyebaran virus Corona sebagai Bencana Nasional secara langsung berimplikasi pada pelaksanaan berbagai kebijakan, program dan kegiatan penanganan dan pencegahan Covid-19 oleh Kementerian/Lembaga/ Pemda.

“Berbagai dampak negatif terhadap anak pun bermunculan, dan yang paling menonjol adalah tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur," pungkas Fauzi. (*)

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID