LPSDK Yutuber Terkecil, Pengamat: Beliau Tidak Mau Rugi karena Tahu Peluangnya Tipis
Dwi Des Saputra
Minggu | 08/11/2020 15.10 WIB
LPSDK Yutuber Terkecil, Pengamat: Beliau Tidak Mau Rugi karena Tahu Peluangnya Tipis
Budi Kurniawan. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID /Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Akademisi Universitas Lampung (Unila) Budi Kurniawan menyebut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandarlampung nomor urut 2, M. Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo (Yutuber) tidak mau rugi dalam kontestasi Pilkada Serentak 2020.

Hal ini lantaran kecilnya Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) milik Yutuber yang diumumkan KPU Bandarlampung pada 1 November lalu.

Dalam LPSDK tersebut, Yutuber melaporkan dana sumbangan kampanyenya sejumlah Rp122.345.000.

"(Yusuf Kohar) Beliau tidak mau rugi karena tahu peluangnya tipis, sehingga buat apa menghabiskan banyak uang untuk mengambil resiko terlalu besar," kata Budkur, sapaan akrab Budi Kurniawan, Minggu (8/11/2020).

"Beliau ini orang bisnis, tahulah tentang kalkulasi resikonya, yang namanya pilkada yang menang cuma satu," kata sambungnya.

Strategi ini, menurut Budkur, hanya untuk mengurangi resiko investasi politik yang terlalu besar, terkecuali ada Sharing of Power atau berbagi kekuasaan.

"Apabila ada perjanjian bagi-bagi kekuasaan, mungkin beliau rela menghabiskan dana besar-besaran untuk resiko investasi politik," ungkapnya.

Budkur menilai strategi tersebut sama saja dengan tidak memiliki harapan untuk menang, sehingga tidak mau menghabiskan uang secara besar-besaran di pilkada.

"Karena tidak punya harapan tersebut, kemudian tidak mau habiskan banyak uang, tenaga. Ya sekadar hanya untuk menggembirakan saja," tambahnya.

Bila merujuk LPSDK yang ada, Budkur menyatakan Pilkada Bandarlampung hanya untuk paslon 1 dan 3.

"Karena (Paslon 1 dan 3) berani mengeluarkan dana besar untuk mengambil risiko. Untuk paslon 2 ini, pasangan yang peluang kecil dan takut risiko sehinga takut rugi bandar," pungkasnya.

Sebelumnya, LO Yutuber, Ali Fikri menjelaskan LPSDK adalah hasil sumbangan yang diterima calonnya.

"Tentang tersebut ya sesuai adanya, terkait dana sumbangan mereka-mereka itulah yang menyumbang," kata Ali.

Pihaknya mengakui ada pihak yang membantu Yutuber dalam berbentuk barang. Hal itu telah dilaporkan ke KPU Bandarlampung pada 31 Oktober 2020. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID