Lupa di Rekaman Ngomong Apa, Khamami Tepis Dana ke Eks Kapolda - RILIS.ID
Lupa di Rekaman Ngomong Apa, Khamami Tepis Dana ke Eks Kapolda
Muhammad Iqbal
Senin | 06/05/2019 13.38 WIB
Lupa di Rekaman Ngomong Apa, Khamami Tepis Dana ke Eks Kapolda
Bupati Mesuji (nonaktif) Khamami menjadi saksi dalam sidang fee proyek Mesuji di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (6/5/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Sidang fee proyek Mesuji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Senin (6/5/2019), berlangsung tegang di awal namun cair di akhir.

Gara-garanya Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) RI, Wawan Yunarwanto, mencecar Bupati Mesuji (nonaktif) Khamami.

JPU menanyakan kepada Khamami soal pertemuan dengan mantan Kapolda dan Wakapolda Lampung, Irjen Suntana dan Brigjen Angesta Romano Yoyol, Senin (28/5/2018).

Khamami kemudian bercerita dari awal dirinya di Hotel Emersia bersama Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, Wawan Suhendra.

"Saya telepon ajudan Pak Suntana, Kapolda Lampung waktu itu, untuk silaturahmi," kata Khamami yang menjadi saksi untuk terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal dari PT Subanus Group.

Setelah mendapat lampu hijau dari ajudan, Khamami kemudian meluncur ke rumah dinas (rumdis) kapolda ditemani Wawan dan Kadis PUPR Najmul Fikri.

Khamami di sana membahas berbagai hal dengan Suntana berdua saja. Mulai pemilihan kepala daerah (pilkada) sampai sengketa lahan di Mesuji.

Tak lama, Suntana meminta Najmul ikut masuk. Sementara, Wawan menunggu di luar.

"Obrolan itu kurang lebih 15 menit," ingat Khamami.

Usai dari rumdis kapolda, Khamami bergerak ke rumdis wakapolda di kompleks Polresta Bandarlampung. Pengakuannya setelah mendapat telepon dari ajudan Angesta Romano Yoyol, wakapolda saat itu.

”Ya sudah kami ke rumah Pak Wakapolda. Soalnya waktu itu mau ngebahas soal proyek sumur bor. Kami cuma ngerokok, ngobrol, terus dibawa ke belakang halaman rumah untuk lihat ayam," urainya.

JPU kemudian bertanya soal kicauan Wawan yang menyebutkan adanya pemberian uang Rp200 juta untuk Suntana dan Angesta.

Dengan yakin, Khamami langsung menjawab, "Enggak ada soal pemberian uang, enggak ada ngasih apa-apa."

Namun, JPU tak begitu saja percaya. Ia kemudian memutar percakapan antara Khamami dan Wawan pada 28 Mei 2018 pukul 19.32 WIB dengan durasi 57 detik.

Dalam percakapan itu, menurut JPU, terdapat poin-poin yang soal kesaksian tersangka Wawan sebelumnya. Begini isi rekaman tersebut.

Khamami    : Yang itu belum ya? Ya udah
Wawan       : Belum. Saya lagi ngopi di hotel. Udah ada info untuk merapat, Pak?
Khamami    : Belum-belum, lagi Tarawih.

Disinggung soal rekaman percakapan tersebut, Khamami mengaku lupa.

"Saya lupa Pak, itu mengenai apa saya tanya soal ’yang itu belum ya? Yang Tarawih juga saya lupa siapa yang Tarawih. Tapi benar, itu suara saya," ungkap Khamami.

Mendengar pernyataan itu, tim kuasa hukum Sibron Aziz dan Kardinal serta majelis hakim refleks menundukan kepala dengan ekspresi wajah tertawa namun tanpa suara. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID