Mahasiswa Unila Kembangkan Agrowisata, Target Pendapatan Rp50 Juta
Dora Afrohah
Sabtu | 24/04/2021 22.17 WIB
Mahasiswa Unila Kembangkan Agrowisata, Target Pendapatan Rp50 Juta
Tanaman hasil Agrowisata Unila. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Dora Afrohah

RILIS.ID, Bandarlampung – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan Agrowisata Unila Festival Waxy Corn and Vegetables di lahan seluas 8000 meter persegi.

Mereka terdiri dari lima orang mahasiswa semester V dan VII Fakultas Pertanian dan lima mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Para mahasiswa ini dibantu dengan mitra penyedia bibit dan pupuk dan didampingi Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila.

Pendampingan mulai membuka lahan, pemupukan, pembenihan, penanaman, pemeliharaan sampai pascapanen, pemasaran, dan bagian administrasi.

Tahun lalu, agrowisata ini sebenarnya sudah ada. Namun saat itu hanya mengembangkan buah melon.

Saat ini, ada penambahan varietas seperti melon stella, melon alisa, melon alina, melon rock, dan melon golden jessica.

Ada pula labu madu, labu air, timun, pare, oyong, dan jagung tiga warna.

Adapun harganya untuk melon stella Rp25 ribu per kilogram (kg), melon alisa Rp20 ribu/kg, melon alina Rp10 ribu/kg, melon rock melon Rp15 ribu/kg, dan melon golden jessica Rp20 ribu/kg.

Lalu, labu madu Rp12 ribu/kg, labu air Rp10 ribu/kg, pare Rp5 ribu/kg, timun Rp5 ribu/kg, oyong Rp10 ribu/kg, dan jagung tiga warna Rp10 ribu/kg.

Direktur Utama BPU Unila, Endi Hasibuan, menjelaskan agrowisata adalah bagian dari prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi Unila sebagai tempat pembelajaran dan praktik lapangan mahasiswa.

"Mahasiswa mendapat pengalaman empiris di dunia nyata dibandingkan teori di kampus. Dapat uang tambahan juga sertifikat PKL (Praktik Kerja Lapangan) yang ditandatangani rektor Unila," paparnya, Jumat (23/4/2021).

Kamis (22/4/2021), panen perdana telah dilakukan oleh Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.

"Agrowisata ini sudah dibuka untuk umum setiap hari. Karena bulan puasa, dari jam 2 siang sampai 6 sore. Pengunjung dapat memetik sendiri dan nanti akan ditimbang," tambahnya

Menurut Endi, produksi tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu. Tetapi untuk tiket lebih banyak di tahun lalu karena pada 2020 buka dari jam 8 pagi sampai 6 sore. 

Endi juga menjelaskan bahwa Agrowisata Unila ditargetkan 1,5 bulan bisa dua kali panen. Hal ini bisa dilakukan karena dibuat klaster. Sementara menunggu yang sudah siap panen, ada bibit yang baru ditanam.

Endi juga menjelaskan target pendapatan dari agrowisata ini minimal Rp50 juta dengan pembagian 75 persen untuk mitra dan 25 persen untuk Unila.

"Kita ingin membuktikan di lahan yang seperti ini bisa menghasilkan tanaman yang menarik dilihat, dikunjungi dan dinikmati sebagai agrowisata," tutupnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID