Marhaban Ya Ramadan - RILIS.ID
Marhaban Ya Ramadan
lampung@rilis.id
Kamis | 17/05/2018 06.01 WIB
Marhaban Ya Ramadan
Asrian Hendi Caya, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Lampung; Peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

RILIS.ID, – ADA tiga bulan utama yang berangkaian dan dimuliakan oleh umat muslim. Yaitu Rajab, Sya’ban, dan Ramadan. Mengapa demikian? Karena bulan Rajab untuk menyucikan tubuh, sya’ban untuk mensucikan hati, dan Ramadan untuk menyucikan jiwa/ruh.

Dalam ungkapan lain dikatakan bahwa bulan Rajab untuk membersihkan diri/beristigfar dari segala dosa, bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari segala cacat, dan Ramadan untuk menyinari jiwa, serta lailatul qadar untuk taqarrub/mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Untuk itu, mari kita songsong bulan Ramadan dengan penuh suka cita dan kegairahan (semangat). Marhaban ya Ramadan.

Dengan demkian, harus ada motivasi dan semangat yang tinggi untuk menjalankan ibadah shaum/puasa. Motivasi yang bersih dan tinggi akan meringankan kita menjalaninya. Tiada sesuatu halangan dan keberatan bila kita sudah suka dan menginginkannya.


Masalahnya bagaimana menumbuhkan keinginan untuk menjalani ibadah shaum dengan penuh suka cita dan semangat?  Di sinilah makna keutamaan dan keterkaitan ketiga bulan ini. Artinya, untuk mencapai Ramadan dan menjalankan ibadah shaum dengan penuh suka cita dan semangat haruslah dirangkaikan dengan dua makna (bulan Rajab dan Sya’ban) sebelumnya.

Dengan kata lain, semua hal harus dipersiapkan secara baik. Apalagi Ramadan termasuk ibadah yang berat baik secara fisik maupun mental/spiritual.


Bila kita tidak mempersiapkan diri secara ideal seperti itu, apakah kita tidak bisa meraih makna Ramadan untuk mensucikan jiwa? Tidak perlu berkecil hati. Marilah kita tutupi kelemahan tersebut dengan menyadarinya sepenuh hati dan membulatkan tekad untuk menjalankannya dengan penuh suka cita dan semangat.

Semoga di masa yang akan datang kita masih mendapat kesempatan untuk menjalankan ibadah shaum dan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.


Melalui rangkaian bulan-bulan tersebut kita memahami bahwa untuk mensucikan jiwa/ruh haruslah dimulai dengan mensucikan tubuh dan hati. Hal ini mengajarkan bahwa kita haruslah total (kaffah) dalam menegakkan (mengamalkan) agama.

Soal agama bukan saja masalah ritual (kegiatan tertentu), tapi menyangkut seluruh hidup dan kehidupan kita, yaitu kepribadian dan perbuatan yang baik (innama buistu liutammima maqarimal ahlaq).

Hal ini menyiratkan bahwa kesukacitaan kita dalam menjalankan apapun dimulai dari kesadaran kita akan makna apa yang kita lakukan. Dan kesadaran itu mendorong kita menginginkannya sepenuh hati.

Allah telah menyatakan bahwa shaum akan menjadikan kita bertakwa (la’allakum tattakun). Inginkah kita menjadi takwa, tunduk, dan takut kepada Allah? Ayo kita siapkan diri baik fisik dan mental serta bulatkan tekad untuk menjalankan ibadah shaum. Marhaban ya Ramadan. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID