Masa Kampanye, Dewan Pers Telusuri Media Jadi-Jadian
Rilis.id
Senin | 26/02/2018 16.46 WIB
Masa Kampanye, Dewan Pers Telusuri Media Jadi-Jadian
Ilustrasi Pilkada Serentak 2018. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Dewan Pers akan memperketat konten pemberitaan di media massa, terkait kampanye partai politik menjelang masa kampanye 23 September 2018. Pasalnya, pada saat sosialisasi ini, banyak yang mengakali berita untuk tujuan iklan. Bahkan muncul media jadi-jadian.

"Yang jadi masalah itu mana berita dan bukan. Karena banyak media mengatasnamakan berita, tapi pas ditelurusi ternyata bukan. Banyak media jadi-jadian," tandas Yosep Stanly di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Dewan Pers, imbuh Yosep, akan menelusuri berita-berita yang punya muatan iklan dalam pemberitaannya. Sebab menurutnya, iklan semestinya diletakkan pada tempatnya, berbeda dengan berita.

Untuk diketahui, KPU bersama Bawaslu, KPI dan Dewan Pers membentuk gugus tugas untuk memantau sosialisasi partai politik. Pasalnya, terdapat masa jeda hampir enam bulan sejak penetapan parpol peserta pemilu menjelang tahapan kampanye. Karena itu, perlu ada pengaturan agar tidak terjadi kampanye sebelum tahapan kampanye.

Selain itu, penulisan berita juga harus berpegang pada kaidah jurnalistik. Oleh karena itu, Dewan Pers juga menyarankan agar wartawan yang ingin menjadi bagian dari pasangan calon, untuk tidak terlibat dalam dunia jurnalistik.

"Kalo ada wartawan yang ingin menjadi bagian paslon untuk cuti sementara atau mengundurkan diri secara permanen. Karena kalau tidak, akan ada sanksi dari kode etik profesi," pungkasnya. (*) 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID