Mati Jantungan - RILIS.ID
Mati Jantungan
lampung@rilis.id
Minggu | 19/07/2020 19.54 WIB
Mati Jantungan
Oleh: Wirahadikusumah

Saya bingung. Bisa jadi warga Pesawaran juga. Terutama simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal ini terkait rekomendasi partai berlambang matahari terbit tersebut. Di Pilkada Pesawaran. Yang entah ke mana "terbenamnya".

Apakah ke Dendi Ramadhona-Marzuki?

Atau ke M. Nasir-Naldi Rinara?

Sebab, saya sudah mendapatkan surat rekomendasi DPP PAN. Untuk Pilkada Pesawaran. Yang dikirimkan salah satu teman saya. Melalui WhatsApp.

Surat rekomendasi itu sebelumnya juga memang sudah beredar luas. Bahkan beberapa media massa di Lampung sudah memberitakannya.

SK rekomendasi DPP PAN yang saya terima itu bernomor PAN/A/KPTS/KU-SJ/060/VI/2020. 

SK itu model B.1.KWK. Yang menandatanganinya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno. 

Isinya: tentang rekomendasi mendukung pasangan Dendi Ramadhona-Marzuki. Di Pilkada Pesawaran.

Namun, hari ini (19/7/2020), saya membaca berita di media online. Tentang adanya kegiatan itu: penyerahan rekomendasi DPP PAN. 

Tetapi, rekomendasi yang diserahkan bukan untuk pasangan Dendi Ramadhona-Marzuki. Melainkan M. Nasir-Naldi Rinara. 

Rekomendasi itu dikabarkan diserahkan salah satu petinggi PAN: Irfan Nuranda Djafar. 

Karena penasaran, saya berupaya mencari kebenarannya. 

Namun, saya putuskan tidak mengkonfirmasinya ke pasangan calon Dendi Ramadhona-Marzuki. Atau timnya. 

Juga ke pasangan calon M. Nasir-Naldi Rinara. Pun timnya.

Sebab, saya yakin kedua kubu pasti sama-sama saling klaim: rekomendasi PAN sudah di tangan mereka.

Karenanya, saya langsung mengkonfirmasinya ke Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Melalui pesan WhatsApp, saya bertanya langsung kepadanya. Ke mana sebenarnya "terbenamnya" partai berlambang matahari terbit itu?

Sayangnya, Zulkifli Hasan hanya membaca saja pesan saya itu. Saya tahu pesan itu sudah dibacanya. Sebab ada centrang birunya. Pada pesan yang saya kirimkan.

Namun, politisi asal Lampung yang karirnya moncer di ibu kota itu tak menjawab pesan saya.

Padahal, saya sangat berharap ia membalasnya. Agar rasa penasaran saya terobati. 

Juga rasa penasaran pendukung masing-masing pasangan calon. Pun simpatisan PAN.

Saya khawatir, karena penasaran dengan kebenaran rekomendasi PAN itu, bakal menyebabkan sesuatu.

Khawatirnya: jika ajal menjemput sebelum jelas kebenarannya, ada yang "mati penasaran".

Meskipun sepertinya, lebih baik "mati penasaran", daripada "mati jantungan", karena rekomendasi tak sesuai harapan.(Wirahadikusumah)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID