Mendiang Ayahnya Jadi Nama Jalan, Ini Komentar Alzier

Minggu | 11/02/2018 18.59 WIB
Mendiang Ayahnya Jadi Nama Jalan, Ini Komentar Alzier
Alzier Dianis Thabranie. FOTO: RILIS.ID/Ist

RILIS.ID, – BANDARLAMPUNG – Pergantian nama Jalan Perintis Kemerdekaan yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungkarang Timur menjadi Jalan HM. Thabrani Daud ternyata bukan hanya lantaran mengenang nama wali kota Bandarlampung periode 1969-1976 saja.

Namun, ada nilai sejarah di dalam proses tersebut. Thabrani adalah sosok pemimpin kala itu yang sudah menjadikan Kota Tapis Berseri ini menjadi seperti sekarang.

“Memang dulu yang membuat jalan itu sejarahnya ayah saya. Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Tamin, Jalan Cut Nyak Dien, itu ayah saya yang buat. Dulu namanya proyek inpres (Instruksi Presiden) sampai ke Jalan Beringin Lebak, Jalan Pangeran Antasari sampai Jalan Gajah Mada itu hanya ayah saya yang tembusin jalannya,” kata Alzier Dianis Thabranie kepada rilis.id, Minggu (11/2/2018).

Alzier merupakan anak almarhum Thabrani Daud. Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung itu mengetahui persis mengapa titik Jalan Perintis Kemerdekaan akhirnya diganti menjadi nama mendiang ayahnya.

Menurutnya, ayahnya dahulu kala saat menjabat walikota banyak membuka akses jalan untuk masyarakat.

“Ada sejarahnya, termasuk Tanjunggading sampai Kedamaian. Termasuk jembatan Kedamaian itu sampai perbatasan Kedamaian. Dulu zamannya ayah saya jadi walikota, beliau yang melakukannya (Buka akses jalan),” terangnya.

Ia pun menganggap sebuah kewajaran jika Pemkot Bandarlampung mengganti Jalan Perintis Kemerdekaan menjadi nama mendiang ayahnya.

“Jadi wajar-wajar sajalah Pak Walikota Herman HN menghargai jerih payah ayah saya itu. Karena ayah saya kan di sekitar itu harga tanah tinggi, jalan jadi bagus dan terbuka,” pungkasnya.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan pergantian nama ini dilakukan untuk mengenang jasa Thabranie Daud sebagai tokoh Lampung.

“Itu SK tahun 2017. Diganti Thabrani Daud karena beliau ini kan tokoh Lampung, mantan walikota Bandarlampung, beliau punya jasa di Kota Bandarlampung. makanya perlu kita hormati jasa-jasa beliau,” ujarnya. (*) 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID