Menimang Urgensi Pengisian Kursi Wabup Mesuji
Juan Situmeang
Kamis | 27/02/2020 12.45 WIB
Menimang Urgensi Pengisian Kursi Wabup Mesuji
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILIS.ID, Mesuji – Konstelasi pengisian Wakil Bupati (Wabup) Mesuji semakin dinamis. Dari enam partai pengusung yang berhak mengajukan bakal calon wabup, kini mengerucut menjadi dua partai.

Diketahui, pasangan Khamami-Saply TH diusung Partai NasDem, Partai Golkar, Demokrat, PKB, PAN dan PKS di Pilkada 2017 lalu.

Partai NasDem dan Golkar hampir dipastikan akan bertarung ketat merebut kursi BE 2 L. Meski belum mengumumkan kandidatnya, kedua partai itu terus melakukan pendekatan ke partai pengusung lainnya.

Meski begitu, Bupati Mesuji Saply TH belum juga mengajukan pengisian wakilnya kepada DPRD setempat.

“Sampai sekarang, kita belum menerima pemberitahuan untuk pengisian wakil bupati  dari bupati,” ujar anggota DPRD Mesuji Parsuki seperti diberitakan Rilis Lampung edisi cetak, Kamis (27/2/2020).

Merujuk dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2005 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, menjelaskan pada Pasal 176, pengisian jabatan wakil bupati diisi sejak kekosongan jabatan tersebut. Karena jika waktu terhitung 18 bulan akhir masa jabatan, bupati boleh tidak mengajukan wakil.

Jika mengacu aturan tersebut, pada Agustus 2020 adalah batas terakhir partai pengusung mengajukan bakal calon wakil bupati. Namun jika tidak, maka sampai akhir masa jabatan yakni 22 Mei 2022, Saply menjadi single fighter memimpin Mesuji.

Sejumlah tokoh masyarakat Mesuji pun memberikan tanggapan beragam terkait pengisian wakil bupati. Apalagi masa jabatannya hanya 27 bulan (jika hari ini sudah ditetapkan calon).

“Kalau ditanya mengenai hal itu (posisi wakil bupati), saya tidak berharap banyak. Selain usulan kan datang dari partai pengusung,” ujar mantan Sekretaris Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Mesuji Agus Salim Harahap.

Menurutnya, jika memang harus ada wakil bupati, karena amanat konstitusi memang wajib dijalankan. Akan tetapi, jika ada isu bahwa calon wakil bupati yang akan diusung oleh parpol pengusung bukan dari warga Mesuji, Agus menolak keras.

“Mesuji sangat banyak memiliki SDM yang mampu untuk mengisi posisi wakil bupati. Jika wakil dari orang yang puluhan tahun di Mesuji, pasti memiliki pengetahuan cukup. Baik mengenal wilayah teritorial, politik, sosial dan budaya. Sehingga, orang tersebut pasti memiliki sense of belonging terhadap kabupaten ini,” jelasnya.

Lain halnya dengan Ketua PCNU Mesuji KH Abdul Karim Mahfudz atau Gus Karim. Menurutnya, posisi wakil bupati sangat penting dan dibutuhkan.

“Disamping memang amanat undang-undang. Posisi wakil itu membantu kerja bupati. Karena jika dikerjakan sendiri oleh bupati tentu kurang maksimal. Melihat banyaknya pekerjaan dan komplek persoalan di Mesuji,” ujarnya.

Gus Karim mempersilakan parpol pengusung mengajukan calonnya sesuai mekanisme yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Tapi harapan saya, cobalah ambil kader dari Mesuji. Jangan sampai wakil bupati dari luar wilayah menjabat tidak tahu kondisi wilayah. Jadi, malah bukan membantu tugas bupati, malah menghambat,” katanya.

Sementara perwakilan Forum Komunikasi Mesuji Bersatu (FKBM) Sunardi mengatakan dalam tata kelola pemerintahan, fungsi dari wakil bupati tidaklah signifikan.

Karena dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 26, tugas wakil bupati ada 7 poin. Poin pertama dan kedua didahului kata membantu kepala daerah. Kemudian pada poin tiga dan empat memantau dan mengevaluasi penyelenggaran pemerintahan kabupaten dan kecamatan serta desa. Poin kelima memberi saran.

Kemudian pada poin enam adalah melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala daerah. Terakhir adalah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah berhalangan.

“Intinya, wakil bupati hanya mendampingi bupati. Dan melakukan tugas yang diberikan kepala daerah atau bupati. Itu kalau diberi tugas, kalau tidak ya, tidak bisa menjalankan fungsinya,” katanya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID