Menkes Bilang Cacing di Sarden Aman, BBPOM: Kalau Mau Makan Silakan

Sabtu | 31/03/2018 22.38 WIB
Menkes Bilang Cacing di Sarden Aman, BBPOM: Kalau Mau Makan Silakan
Karyawan Swalayan Gelael mendisplay ulang sarden kaleng, Kamis (29/3/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung memastikan 27 merek sarden yang mengandung cacing parasit tidak layak dikonsumsi.

Penegasannya itu sekaligus membantah pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila F Moeloek yang menyebutkan produk kemasan itu aman dikonsumsi dan mengandung protein.

Menkes mengatakan itu di Gedung DPR RI Jakarta Kamis (29/3/2018). "Cacing itu sebenarnya isinya protein. Kalau sudah dimasak saya kira juga steril. Insya Allah nggak jadi penyakit," urai Nila.

Badan POM RI sendiri telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan kaleng yang terdiri dari 66 merek. Hasilnya menunjukkan 27 merek (138 bets) positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Kepala BBPOM Kota Bandarlampung, Syamsuliani, mengatakan standar keamanan produk harus dilihat dari bahaya fisik, kimia, dan mikro. Cacing parasit yang ditemukan pada sarden makarel masuk dalam bahaya fisik.

”Pimpinan kami kan sudah menginformasikan. Kalau di makanan ada batu, rambut, apalagi cacing, itu artinya ada bahaya fisik. Walaupun cacingnya sudah mati apakah tetap mau dimakan? Kalau mau makan, ya silahkan,” tandas Syamsuliani kepada rilislampung.id, Sabtu (31/3/2018).

Dia mengakui masih ada ulasan dari pakar-pakar yang menyayangkan pernyataan Menkes. Walaupun dari beberapa asosiasi juga menyatakan hal sama dengan Menkes, tapi menurut dia mereka hanya melihat dari sisi kerugian.

”Sedangkan Badan POM kan perlindungan kepada masyarakat, kalau tidak layak konsumsi ya kami bilang itu tidak layak. Masak ada cacing kami bilang boleh dan tidak berbahaya?” kesalnya.

Syamsuliani mencontohkan, adanya rambut atau batu pada makanan meski tidak berbahaya, tapi makanan tersebut sudah masuk dalam kategori tidak layak konsumsi.

”Standar makanan layak konsumsi bukan hanya karena berbahaya, tapi dilihat dari bahan baku hingga prosesnya. Masyarakat harus mendapat makanan yang bermutu,” jelasnya.

Disinggung seberapa bahayanya jika cacing parasit di kaleng sarden bila dikonsumsi masyarakat, Syamsuliani mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan penelitian.

”Cacingnya sedang diuji, kami belum bisa kasih statement bahayanya bagaimana. Apakah cacing ini melekat pada daging, apakah di sausnya, nanti akan dilihat,” pungkasnya. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID