Mesrai Siswi SMP, Predator Anak asal Sukoharjo Dibekuk - RILIS.ID
Mesrai Siswi SMP, Predator Anak asal Sukoharjo Dibekuk
Yuda Haryono
Rabu | 08/04/2020 19.58 WIB
Mesrai Siswi SMP, Predator Anak asal Sukoharjo Dibekuk
ILUSTRASI: ISTIMEWA

RILIS.ID, Pringsewu – Team khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Sukoharjo menangkap seorang tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur, Senin (6/4/2020).

Tersangka berinisial WD (34), pedagang asal Pekon Siliwangi. Korbannya, NH (13), warga Kecamatan Sukoharjo yang masih duduk di bangku SMP di Pringsewu. 

Predator anak ini diringkus atas laporan orangtua korban yang didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 6 April 2020.

Mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir menjelaskan, atas laporan ini pihaknya langsung membentuk tim kecil.

Tim kemudian mengumpulkan alat bukti berupa keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan medis terhadap korban.

”Setelah alat bukti cukup, maka saya bersama anggota Tekab langsung mengamankan tersangka di rumahnya,” paparnya, Rabu (8/4/2020).

Kapolsek menerangkan, kasus ini terungkap pada 31 Maret 2020. Kakak korban tak sengaja melihat percakapan via WhatsApp antara adiknya dan tersangka.

Karena mengandung kata-kata ’kotor’, sang kakak memberitahukan hal tersebut kepada ibunya.

Si ibu lalu menanyai korban, sejauh mana berpacaran dengan tersangka.

”Dan, pada 5 April 2020, korban berterus-terang tersangka telah lima kali mencabuli dirinya. pencabulan terhadap dirinya," papar kapolsek. 

Dihadapan polisi, Wid mengakui perbuatannya. Tapi, tiga kali bukan lima.

Pertama, di Januari 2020 dan terakhir Kamis, 29 Maret 2020. Pencabulan dilakukan di rumah tersangka.

Tersangka menerangkan dirinya mencabuli korban untuk melepaskan hasratnya lantaran sudah berpisah dengan istrinya sejak 2018.

”Tersangka berdalih, korban mau dicabuli karena sering ditraktir makan bakso,” lanjut kapolsek.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 76 d juncto pasal 81 ayat 1 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID